Singapura Disebut Negara Paling Aman Usai Mampu Kendalikan Covid-19

Sabtu, 01 Mei 2021 - 07:32:24 - Dibaca: 1074 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi warga Singapura beraktivitas di luar rungan di tengah pandemi Covid-19 (Straits Times)
Ilustrasi warga Singapura beraktivitas di luar rungan di tengah pandemi Covid-19 (Straits Times) / Jambi Ekspres Online

SINGAPURA-Setiap negara punya cara masing-masing dalam mengendalikan Covid-19. Dari semua negara yang dilanda pandemi, Singapura ternyata juaranya. Singapura bahkan mengalahkan Selandia Baru dalam mengendalikan Covid-19.

Dalam Peringkat Ketahanan Covid-19 versi Bloomberg, survei ini menghitung angka setiap bulan untuk mendapatkan gambaran tentang tempat terbaik dan terburuk di era pandemi virus Korona. Singapura kini telah mengklaim posisi terdepan, melewati Selandia Baru untuk pertama kalinya sejak debut pemeringkatan November lalu seperti dilansir dari Bloomberg.

Singapura telah menurunkan kasus yang ditularkan secara lokal menjadi hampir nol berkat pembatasan perbatasan dan program karantina yang ketat. Sehingga memungkinkan warga untuk menjalani dengan membatasi sebagian besar kehidupan sehari-hari bahkan menghadiri konser dan pergi berlayar.

Di bawah Singapura, ada Selandia Baru dan negara-negara berkinerja terbaik lainnya seperti Taiwan dan Australia. Apalagi Singapura kini telah makin maju dalam vaksinasi. Singapura telah memberikan suntikan yang setara untuk menutupi seperlima populasinya.

Peringkat tersebut mencakup 10 indikator termasuk kasus positif, kematian, vaksin, kebebasan bergerak, dan prospek ekonomi. Para ahli mengungkapkan bahawa vaksinasi saja tidak mengakhiri pandemi.

Negara-negara seperti Prancis dan Cile, dimana orang-orang memiliki akses yang baik untuk divaksinasi justru kewalahan dengan angka wabah membengkak, dipicu oleh mutasi virus. Tidak ada negara yang lebih mengkhawatirkan daripada Polandia dan Brasil, yang turun ke dua tempat terakhir di antara 53 peringkat ekonomi. Meksiko, yang telah berlangsung selama lima bulan, naik tipis ke posisi 48, karena pengujian Covid-19 meningkat.

Semua mata sekarang tertuju pada India saat penambahan kasus lebih dari 300 ribu setiap hari akibat strain dan mutasi baru. Beberapa di antaranya mungkin terbukti lebih resisten terhadap vaksin yang saat ini ada. Peringkat India merosot 10 peringkat ke posisi 30 pada April dan kemungkinan akan turun lebih jauh bulan depan. (*)

Sumber: www.jawapos.com