Tak Libatkan OKP Cipayung dan PK, Rapimda dan Musda KNPI Sungai Penuh Dinilai Cacat

Sabtu, 01 Mei 2021 - 21:07:31 - Dibaca: 779 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kota Sungai Penuh yang menetapkan Muhammad Awal cacat secara hukum. Soalnya Musda dadakan yang digelar di kampus STIE tanpa melibatkan pengurus Kecamatan (PK).

Ketua PK KNPI Sungai Bungkal, Rasyidi mengatakan, proses Musda seperti ini jelas menyalahi aturan organisasi. Seharusnya, PK selaku pemilik suara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan Musda.

"Kami selaku PK KNPI Sungai Bungkal melihat ada yang keliru dalam Musda ini. Selalu pengurus PK, kami harusnya mempunyai hak dalam pelaksanaan Musda," ujarnya, Sabtu (1/5).

Rasyidi menyebutkan, ada lima PK yang tidak dilibatkan dalam pelaksanaan Musda antara lain, PK Sungai Bungkal, Pesisir Bukit, Sungai Penuh dan Tanah Kampung. Sehingga Musda ini dinilainya ilegal karena dilaksanakan tanpa diikuti sebagian besar PK. "Rapimda dan Musda ini cacat karena sudah menyalahi aturan organisasi. Kami sagat kecewa sekali," katanya.

Tidak hanya itu, Rasyidi juga menyayangkan sikap Ketua DPD KNPI Provinsi Jambi Muhamad Arqon yang memaksakan diri untuk melaksanakan Rapimda dan Musda. Seharusnya, kata Rasyidi, Muhammad Arqon selaku nahkoda organisasi bisa memberikan contoh yang baik kepada generasi muda Sungai Penuh.

"Muhammad Arqon harusnya lebih mengerti bagaimana peran PK di tubuh KNPI. Sekarang justru dia malah memberikan contoh berorganisasi yang tidak sehat," tegasnya.

Disamping itu, lanjut Rasyidi, Rapimda dan Musda juga tidak mendapat izin dari Satgas Covid Kota Sungai Penuh. Ini telihat dari surat izin yang diserahkan DPD KNPI Provinsi Jambi kepada Polres Kerinci.

"Karena tidak mendapat izin, Rapimda dan Musda yang awalnya di Hotel Mahkota dipaksa untuk terlaksana dengan memindahkan lokasi acara di Kampus 2 STIE," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kerinci, Fengki juga menyesalkan sikap Muhammad Arqon. Karena selaku unsur penting dalam KNPI dari kelompok Cipayung, HMI juga tidak mendapatkan undangan Rapimda dan Musda.

"Selaku Ketua Umum HMI saya menyayangkan tindakan yang dilakukan DPD KNPI Provinsi Jambi oleh Bung Arqon yang melaksanakan Rapimda dan Musda tanpa kehadiran HMI ," katanya.

Tidak hanya itu, kata Fengki, dari informasi dan koordinasi pihaknya, ada beberapa OKP lain yang juga tidak dilibatkan seperti PMII dan Pemuda Muhammadiyah. "Kita menduga ada banyak lagi OKP lain yang tidak diundang," tukasnya. (aiz)