Fans MU Duduki Stadion, Polisi Terluka dan Manchester City belum Bisa Juara Liga Inggris

Senin, 03 Mei 2021 - 06:39:53 - Dibaca: 418 kali

Google Plus Stumbleupon


Foto: AFP via Getty Images
Foto: AFP via Getty Images / Jambi Ekspres Online

MANCHESTER—Laga Manchester United versus Liverpool tertunda karena fans Setan Merah melakukan demo dan menduduki Old Trafford. Aksi itu membuat musuh sekota mereka, Manchester City belum bisa mengunci gelar juara Premier League.

Sejumlah laporan menyebut fans berkumpul di luar stadion untuk menunggu kedatangan tim. Kerumunan yang melanggar protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 itu menurut laporan Sky News juga terjadi di luar Hotel Lowry di pusat kota Manchester, tempat tinggal skuad Manchester United.


Beberapa saat kemudian, Manchester United merilis pernyataan yang mengonfirmasi pertandingan telah ditunda. “Setelah diskusi antara Polisi, Liga Premier, Dewan Trafford dan klub, pertandingan kami melawan Liverpool ditunda karena pertimbangan keselamatan dan keamanan seputar protes hari ini,” demikian pengumuman United dikutip dari BBC Live.

MU menegaskan sangat menyesalkan kejadian ini. “Kami sepenuhnya mengakui hak untuk kebebasan berekspresi dan protes damai. Namun, kami menyesali gangguan pada tim dan tindakan yang membahayakan penggemar, staf, dan polisi lainnya. Kami berterima kasih kepada polisi atas dukungan mereka dan akan membantu mereka dalam penyelidikan selanjutnya,” lanjut pernyataan itu.

Laporan di sekitar Old Trafford selama beberapa jam, seorang petugas polisi yang mengobrol dengan legenda MU, Gary Neville memiliki luka di sekitar matanya. Selain itu, terdengar suara tembakan udara di atas stadion. Sekelompok orang juga tampak berusaha menghentikan mobil di Jalan Chester.

Operator Liga Inggris juga telah mengeluarkan pernyataan tentang penundaan pertandingan. “Ini adalah keputusan kolektif dari polisi, baik klub, Liga Inggris, dan otoritas lokal. Keamanan dan keselamatan semua orang di Old Trafford tetap menjadi yang terpenting.”

“Kami memahami dan menghormati kekuatan perasaan tetapi mengutuk semua tindakan kekerasan, kerusakan kriminal, dan pelanggaran, terutama mengingat pelanggaran Covid-19 terkait. Penggemar memiliki banyak saluran untuk menyampaikan pandangan mereka, tetapi tindakan minoritas yang terlihat saat ini tidak memiliki pembenaran,” lanjut pernyataan itu.

Mereka mengaku bersimpati pada polisi yang harus menghadapi situasi berbahaya yang seharusnya tidak mendapat tempat dalam sepakbola. “Pengaturan ulang pertandingan akan dikomunikasikan pada waktunya,” demikian pernyataan itu.

Legenda MU, Roy Keane memperingatkan Glazers bahwa protes fans Manchester United terhadap keluarga Glazer ini baru permulaan. Kemarahan berkepanjangan terhadap keluarga Glazer makin memuncak setelah klub itu menjadi salah satu pendukung Liga Super Eropa.

“Para penggemar United melakukannya karena mereka mencintai klub. Ini bukan hanya sebagai hasil dari apa yang terjadi dua minggu terakhir dengan Liga Super, itu telah berkembang selama beberapa tahun. Mereka merasa sudah cukup. Ini adalah pernyataan yang sangat besar,” kata Keane di Sky Sports.

Memang ada sejumlah masalah yang terjadi yang meningkatkan ketegangan di kalangan fans. Termasuk tentang tiket, komunikasi yang buruk, dan kepemimpinan klub yang dianggap belum cukup baik dan hanya memikirkan bagaimana menghasilkan uang.

“Mereka melakukannya karena mereka menyukai klub. Beberapa orang tidak akan setuju dengan itu, tetapi terkadang Anda harus meletakkan spidol agar orang lain memperhatikan. Ini akan menyebar ke seluruh dunia dan mudah-mudahan pemilik Manchester United akan duduk dan mencatat. Ini sangat serius dan ini baru permulaan,” tegasnya dikutip dari Evening Standard. (amr)

Sumber: www.fajar.co.id