KKB Ancam Warga Jawa di Papua, Reaksi Brigjen Rusdi Sangat Tegas

Senin, 03 Mei 2021 - 19:34:01 - Dibaca: 3341 kali

Google Plus Stumbleupon


Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri) Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/4). Foto: Ricardo/JPNN.com
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri) Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/4). Foto: Ricardo/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Polri memastikan menjaga keamanan di tanah Papua pasca-ancaman dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) atau biasa disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB).  Dalam ancamannya, KKB siap membasmi personel TNI-Polri dan warga Jawa di Papua. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, di Papua masih berjalan upaya-upaya pengamanan oleh personel TNI-Polri.

WhatsApp Image 2021-01-07 at 19.57.15_105

“Tentunya TNI dan kami Polri akan berusaha keras bagaimana menciptakan tanah Papua yang aman dan damai,” kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (3/5). Jenderal bintang satu ini memastikan, Polri tidak akan takut dengan ancaman yang disampaikan KKB di Papua. “Pada prinsipnya negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok ini,” kata Rusdi.

Menurut Rusdi, selain personel TNI-Polri, warga sekitar pun turut membantu untuk menciptakan Papua yang damai dan aman. “Sudah kami antisipasi semua. TNI-Polri dan juga dibantu dengan instansi lainnya serta masyarakat juga di sana berupaya menciptakan Papua yang damai,” kata Rusdi.

Diketahui, Dewan Diplomatik TPNB-OPM Akouboo Douw mengecam sikap pemerintah yang melabeli KKB sebagai kelompok teroris. Pernyataan Akouboo itu disampaikan, Minggu (2/5).

Adapun isi keterangan dari TPNB-OPM sebagai berikut: Jika Indonesia melanjutkan teror dan genosida terhadap penduduk sipil Papua Barat (seperti yang telah terjadi hampir 60 tahun) dan komunitas internasional tidak ikut campur, TPNPB-OPM akan mengumumkan kampanye untuk memusnahkan tidak hanya anggota militer ilegal yang menduduki Papua, tetapi juga orang Jawa ilegal dan pemukim lainnya yang mencuri tanah adat dan sumber daya orang Papua Barat. (cuy/jpnn)