Sebut Tak Mudik Pahalanya Setara Lailatul Qadir, Gus Umar ke Yusuf Mansur: Belajar di Mana?

Selasa, 04 Mei 2021 - 11:46:20 - Dibaca: 12887 kali

Google Plus Stumbleupon


Ustaz Yusuf Mansur. Foto: Instagram/yusufmansurnew
Ustaz Yusuf Mansur. Foto: Instagram/yusufmansurnew / Jambi Ekspres Online

JAKARTA- Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan atau Gus Umar menyentil pengusaha Yusuf Mansur yang mengklaim bahwa orang yang tidak mudik akan mendapatkan pahala malam lailatulqadir.

Gus Umar bilang, Yusuf Mansur tidak harus membawa-bawa malam lailatul qadir. Sebab tidak segampang itu orang memperoleh malam lailatul qadir.

WhatsApp Image 2021-01-07 at 19.57.15_106

“Nemu juga videonya. Kalau kamu mau nasehatin orang jangan mudik jangan bawa-bawa lailatur qodar, Yusuf kamu pikir segampang itu ketemu lailatul qadir,” kata Gus Umar dikutip akun Twitter-nya, Selasa (4/5)/

Gus Umar heran dengan pernyataan Yusuf Mansur tersebut. Seolah merasa gampang memperoleh pahala lailatulqdir hanya dengan tidak mudik.

“Tahun lalu saya gak mudik lebaran loh Yusuf, tapi gak ketemu juga lailatul qodar. Kamu belajar dari mana ini ucapan seperti ini bro Yusuf? #Seriusnanya,” kata Gus Umar.

Sebelumnya, melalui sebuah video, Yusuf Mansur menyebut bahwa orang yang tidak mudik akan mendapat pahala lailatulqadir. Sebab tidak mudik merupakan sebuah pengorbanan perasaan.

“Sekarang ini salah satu ibadah yang memungkinkan kita mendapatkan malam lailatul qadir, adalah justru tidak mudik. Kok bisa tidak mudik bisa dapatkan pahala lailatulqadir, pahala kemudian sepuluh hari dan malam terakhir Ramadan,” kata Yusuf Mansur.

Dia bilang bahwa cukup mendapatkan pahala malam lailatulqadir hanya dengan tidak mudik. “Karena itu kan pengorbanan, pengorbanan persaan, penyelamatan diri dan keluarga, dan orang lain di kampung, dan itu ibadah tertinggi. Jadi jangan mudik dan dapatkan Lailatul qadir dengan cara yang sederhana seperti itu,” cetusnya.

Malam Lailatulqadir sendiri merupakan malam yang bisa ditemukan di 10 hari terakhir bulan suci Ramadan. Malam di mana Alquran diturunkan. Malam itu malam yang mulia, pahalanya setara dengan beribadah selama seribu bulan. Lalu semuda itu hanya dengan tidak mudik mendapat pahala yang agung itu? Hemm.. (fin/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id