Polisi Surabaya Tangkap Pria Berewok Sebut Pemakai Masker Orang Goblok

Selasa, 04 Mei 2021 - 16:28:00 - Dibaca: 382 kali

Google Plus Stumbleupon


Tangkapan layar video seorang pria melontarkan ucapan goblok ke pengunjung mal yang memakai masker. Foto: viral media sosial
Tangkapan layar video seorang pria melontarkan ucapan goblok ke pengunjung mal yang memakai masker. Foto: viral media sosial / Jambi Ekspres Online

SURABAYA - Seorang pria berewok melontarkan ucapan goblok kepada para pengunjung Mal Pakuwon Surabaya yang memakai masker. Sehari setelah video tentang pria berkacamata itu viral di media sosial, polisi melalukan profiling untuk mengetahui identitas yang bersangkutan. Perkembangan terbaru, polisi sudah berhasil menangkap pria tersebut. "Yang bersangkutan sedang kami mintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian, Selasa (4/5).  Saat ini Polrestabes Surabaya tengah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk menentukan sanksi bagi pria tak bermasker itu.

  "Kami sedang melakukan koordinasi dengan satgas Covid-19," tambah dia.  Sebagaimana diketahui, video berdurasi 35 detik yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pria melontarkan ucapan goblok kepada pengunjung mal yang memakai masker. Dia menyampaikan ucapan tersebut sembari merekam suasana mal dan pengunjungnya.

  "Orang-orang tolol nih lihat. Kenapa anda tolol sekali. Wong goblok, wong goblok. Wong congok-congok (irang bodoh, red) iki nggawe (ini pakai, red) masker goblok," ucap dia sembari mengarahkan video ke arah pengunjung mal yang memakai masker.  Diketahui video itu direkam oleh pria tersebut saat berkunjung ke Mal Pakuwon, Surabaya.

  Commercial Director PT Pakuwon Jati Tbk Sutandi Purnomosidi membenarkan kejadian itu. Menurutnya perilaku pria itu tidak terpantau petugas kemananan mal.  "Biasanya kalau masuk kan ada pemeriksaan suhu badan sama protokol kesehatan tentunya pemakaian masker itu. Nah, waktu sudah masuk kemungkinan dia lepas maskernya," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (4/5).  Sutandi menilai hal itu sengaja dilakukan pria tersebut dengan merekamnya. "Memang sengaja itu dilakukan, kalau ada satpam mana berani dia," ujar Sutandi. (mcr12/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com