Bikin Sejarah di Manchester City, Pep Guardiola Malah Sedih, Mantan Musuh Memuji

Rabu, 05 Mei 2021 - 06:26:54 - Dibaca: 442 kali

Google Plus Stumbleupon


Pep Guardiola/Getty Images via BBC Live
Pep Guardiola/Getty Images via BBC Live / Jambi Ekspres Online

MANCHESTER—Manajer Manchester City, Pep Guardiola membuat sejarah baru di klub setelah sukses memimpin The Citizens lolos ke final Liga Champions untuk kali pertama. Ia bangga, namun sedih karena beberapa pemain bintang hanya menjadi penonton.

“Ini untuk kita semua dan klub. Saya sangat bangga dan pikiran pertama saya tertuju pada para pemain yang tidak bermain hari ini. Mereka semua pantas untuk bermain,” kata Pep Guardiola dikutip dari BBC Live.

Bagi Pep Guardiola, semua pemain The Citizens pantas memainkan laga ini. Tapi hanya 11 pemain yang bisa berada di lapangan. Meski demikian, eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu memastikan seluruh pemain punya kontribusi untuk sukses ini.

“Semua orang telah memberikan kontribusi dan sekarang ini adalah waktu untuk menikmatinya. Kami harus memenangkan liga dan kami memiliki dua atau tiga minggu untuk mempersiapkan final,” tegasnya.

Mantan pemain musuh bebuyutan City, Manchester United, Rio Ferdinand kepada BT Sport memuji Pep Guardiola dan timnya. Menurutnya, Manchester Biru mampu bermain seperti apa yang mereka inginkan.

“Ini tentang karakter dan kepribadian. Pep sebelum pertandingan ini membicarakannya. Dia ingin melihat itu dari timnya, untuk percaya pada diri mereka sendiri dan bermain sesuai keinginan mereka,” jelas Ferdinand.

Mantan kapten MU yang memenangi Liga Champions 2007/2008 itu menyebut, City musim ini berbeda dari tahun sebelumnya. Khususnya ketika mereka sudah bermain di babak knockout di mana tiga musim beruntun mereka terhenti di delapan besar.

“Mereka memaksakan diri pada pertandingan ini sejak paruh kedua leg pertama dan 90 menit hari ini. Mereka adalah tim yang memegang kendali penuh. Itulah perbedaan besar dari tim Man City ini di tahun-tahun sebelumnya dalam pertandingan sistem gugur di Eropa,” puji Ferdinand. (amr)

Sumber: www.fajar.co.id