Survei Indometer: PSI Tembus 5 Persen, Partai Ummat Mengejutkan

Jumat, 07 Mei 2021 - 21:38:10 - Dibaca: 1706 kali

Google Plus Stumbleupon


Hasil survei elektabilitas partai politik yang dirilis Indometer. Foto: Indometer for JPNN
Hasil survei elektabilitas partai politik yang dirilis Indometer. Foto: Indometer for JPNN / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Temuan survei yang dilakukan INDOMETER menunjukkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menembus 5 persen. Pada jajaran papan bawah, Partai Ummat membuat kejutan dengan menggeser PAN yang notabene adalah partai induknya sebelum pecah. PSI naik tipis elektabilitasnya dari 4,9 persen menjadi 5,0 persen. Dalam satu tahun terakhir elektabilitas PSI terus mengalami kenaikan pada kisaran 4 persen. Sementara itu Partai Ummat berpeluang menjadi parpol baru yang bisa mendulang dukungan pemilih Islam. Elektabilitas Ummat mencapai 1,5 persen, naik dari survei sebelumnya pada Februari 2021 sebesar 0,9 persen.

“Di tengah stagnasi partai-partai politik, elektabilitas PSI berhasil tembus 5 persen, sedangkan Partai Ummat mengejutkan sebagai partai politik pendatang baru,” ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard SB dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Jumat (7/5). PDIP tetap paling unggul dengan elektabilitas 21,4 persen, disusul Gerindra 13,8 persen dan Golkar 8,0 persen. Dua parpol oposisi mengamankan posisi pada urutan keempat dan kelima, yaitu Demokrat (7,8 persen) dan PKS (7,5 persen). Berikutnya adalah PKB (5,6 persen), Nasdem (3,5 persen), PPP (2,3 persen), dan PAN (1,0 persen). Jajaran papan bawah diduduki oleh Perindo (0,5 persen), Hanura (0,2 persen), dan Gelora (0,1 persen). “Di antara partai-partai gurem dan pendatang baru, hanya Partai Ummat yang berpeluang menjadi kuda hitam, dibandingkan misalnya Gelora yang juga pecahan dari PKS,” tandas Leonard.

Sementara partai-partai lain seperti Berkarya, PBB, dan PKPI ataupun partai baru Masyumi Reborn tidak mendapat dukungan sama sekali. Peluang partai-partai itu untuk berlaga pada Pemilu 2024 masih terbuka, tetapi akan berhadapan dengan ambang batas parlemen. Masih ada pula 21,8 persen responden yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab. Survei INDOMETER dilakukan pada 27 April-3 Mei 2021, melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dil/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com