Sindiran Keras Mantan Calon Mertua Kaesang, Sebut Hanya Pengecut yang Tak Berani Minta Maaf

Selasa, 11 Mei 2021 - 04:43:32 - Dibaca: 1136 kali

Google Plus Stumbleupon


Meilia Lau dan putrinya, Felicia Tissue. Foto : Instagram/@Foto profil meilia_lau meilia_lau.
Meilia Lau dan putrinya, Felicia Tissue. Foto : Instagram/@Foto profil meilia_lau meilia_lau. / Jambi Ekspres Online

MEILIA Lau, ibunda Felisia Tissu, mantan kekasih Kaesang Pangarep masih terus bersuara tentang kisah putrinya yang diputuskan dengan cara yang tidak baik. Berbagai untaian kata diunggahnya di Instagram Story-nya, Senin (10/5/2021). Dan, semuanya diduga ditujukan untuk Kaesang, meski dirinya tidak menyebutkan satu namapun, dalam postingannya.

Salah satunya membahas soal orang pengecut yang enggan minta maaf walau berbuat salah.

 
 

“Cuma pengecut yang tidak berani meminta maaf ketika dirinya sadar melakukan kesalahan. Catat aja, setiap orang ada masanya kok,” postingnya.

Dia juga cerita tentang netizen yang mengkritik soal kondisi pipinya. Namun, dia malah diduga menyindir putra Presiden Jokowi itu.

“Bangun tidur sudah dibaikin pitam sama laki-laki pecundang comment suruh orang ganti pipi. Emangnya kaya yang sebelah sana ganti-ganti karyawan seperti piala bergilir,” lanjutnya.

Meilia kemudian melanjutkan cerita yang lebih pedas kritikannya.

“Sekolahnya di negara yang ketat peraturan, buang sampai aja enggak bisa sembarangan! Apalagi buang orang! Muka pas-pasan aja belagu, enggak usah plintir cerita dan foto-fotolah!,” sebutnya.

“Netizen juga pintar enggak bisa dibohongin sama pencitraan lagi. Udah muak malah! Ingat pandemi membukakan semua yang baik dan buruk dan yang bisa bertahan atau tidak,” lanjutnya.

“Lebih baik pikirkan nasib orang banyak di sana. Kasihan mereka perlu penanganan yang serius bukan ngurusin pencitraan dan nyuruh orang ngehujat kami terus! Cukup!,” timpalnya.

Sebut Kejiwaan Putrinya Terpukul Usai Diputuskan Kaesang

Di penghujung curhatannya, dia mengisahkan betapa tidak mudah bagi putrinya untuk move on dari kisah cinta yang gagal.

“Perjuangan seseorang untuk bisa bangkit dan tersenyum itu tidak semudah membalikkan telapak tangan! Butuh kekuatan yang besar, selain dari dirinya dan keluarga yang mendukung, terutama seorang ibu yang selalu mendampinginya,” jelasnya.

“Ini enggak main-main karena kejiwaannya sangat terpukul. Orang baik disakiti itu sangat beda dengan wanita-wanita nakal yang sudah biasa saling menyakiti. Ingat dosa!,” tutupnya. (nin/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id