Lockdown Total, Menteri Pertahanan Malaysia Keluarkan Sejumlah Peraturan Superketat untuk Warga

Senin, 31 Mei 2021 - 07:51:18 - Dibaca: 1266 kali

Google Plus Stumbleupon


Warga beraktivitas di kawasan Pudu, Kuala Lumpur 2020. Kawasan itu tempat pedagang dan pekerja warga asing tinggal menjadi klaster baru penularan COVID-19. Foto: ANTARA Foto/Rafiuddin Abdul Rahman/aww
Warga beraktivitas di kawasan Pudu, Kuala Lumpur 2020. Kawasan itu tempat pedagang dan pekerja warga asing tinggal menjadi klaster baru penularan COVID-19. Foto: ANTARA Foto/Rafiuddin Abdul Rahman/aww / Jambi Ekspres Online

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia hanya akan mengizinkan dua orang per keluarga keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan makanan, obat-obatan dan keperluan pokok selama Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) terkait "total lockdown" di negera itu mulai 1 Juni hingga 14 Juni 2021. Pengumuman standar operasi prosedur (SOP) dari PKP tersebut diumumkan oleh Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ismail Sabri Yaakob di Putrajaya, Minggu. Pemerintah setempat juga membatasi maksimum tiga orang saja, termasuk pasien, yang diizinkan keluar untuk mendapatkan layanan kesehatan, pengobatan, tes COVID-19, keselamatan atau darurat dalam radius tidak melebihi 10 kilometer dari kediaman atau yang paling dekat rumah.

"Jumlah penumpang dalam taksi dan e-hailing dibatasi dua orang saja termasuk pengemudi dan penumpang disyaratkan untuk duduk kursi penumpang bahagian belakang," katanya. Transportasi umum laut dan darat seperti pengangkutan pekerja, bus, bus ekspres, LRT, MRT, ERL, monorel, feri dan lain-lain pengangkutan umum dibenarkan beroperasi berdasarkan 50 persen kapasitas kendaraan. "Kapasitas kehadiran bagi pegawai pelayanan umum dibatasi 20 persen bagi tugas yang perlu (tidak termasuk frontliners, anggota keselamatan dan pertahanan) dan 100 persen bekerja dari rumah bagi bukan pelayanan umum," kata Dato Seri Ismail Sabri Yaakob .

Secara umum semua sektor ekonomi yang berkaitan dengan pelayanan penting bisa beroperasi dari jam 08.00 pagi sehingga 20.00 malam dengan sejumlah perkecualian seperti pasar segar dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (antara/jpnn)


Sumber: www.jpnn.com