PM Baru Israel, Naftali Bennett: Saya telah membunuh banyak orang Arab dan itu tidak masalah!

Jumat, 04 Juni 2021 - 07:29:06 - Dibaca: 3621 kali

Google Plus Stumbleupon


Naftali Bennet
Naftali Bennet / Jambi Ekspres Online

TEL AVIV– Israel baru saja mengumumkan pembentukan pemerintahan baru, namun hal ini tidak sepantasnya untuk dirayakan.

Dalam pemerintahan baru tersebut, Naftali Bennett diangkat menjadi Perdana Menteri menggantikan Benjamin Netanyahu.

WhatsApp Image 2021-01-07 at 19.57.16_10

Namun, bagi mereka yang menganggap bahwa dengan adanya perdana menteri baru dapat menjadi perbaikan setelah 12 tahun rasisme mengerikan dari Benjamin Netanyahu, mungkin masih perlu dipertimbangkan. Netanyahu sangat terkenal dengan sifatnya yang rasis dan penuh kebencian. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pernyataannya seperti:

“Cara menghadapi orang Palestina adalah dengan menghajar mereka. Bukan sekali tapi berkali-kali, hajar mereka sampai sakitnya tak tertahankan.”

“Palestina adalah ancaman nyata bagi Israel”

“Israel bukanlah negara untuk semua warganya”


Diketahu, Naftali Bennett berasal dari Partai Yamina, yang merupakan partai sayap kanan dari Netanyahu.

Sama halnya dengan Netanyahu, Naftali Bennett juga merupakan orang yang rasis, dia bahkan tidak mendukung solusi dua negara untuk Palestina dan partai politiknya memandang semua warga Palestina adalah musuh.

Naftali Bennett tercatat sebagai pendukung pembunuhan warga Palestina yang ditawan. Mantan perwira Angkatan Pertahanan Israel itu pernah mengatakan, “Saya telah banyak membunuh orang Arab dalam hidup saya dan tidak ada masalah dengan itu,” sebagaimana dikutip dari scoop.co.nz.

Selain itu, Ayelet Shaked yang merupakan orang nomor dua di Partai Yamina, telah menyerukan untuk menghancurkan warga Palestina.

Melalui uanggahan di akun facebooknya, Dia menyatakan bahwa seluruh rakyat Palestina adalah musuh dan membenarkan tindakan untuk menghancurkan Palestina.

“termasuk orang tua dan wanitanya, kota dan desanya, properti dan infrastrukturnya.” tulis Ayelet Shaked.

Dia menyerukan pembantaian kepada ibu-ibu Palestina yang melahirkan generasi penerus, Ayelet Shaked menyebut generasi penerus tersebut dengan sebutan “ular-ular kecil.”

Sehari setelah postingan tersebut diunggah, remaja Palestina bernama Muhammad Abu Khudair diculik dan dibakar hidup-hidup oleh enam pemuda Yahudi Israel.

Hal ini dapat menandakan bahwa terpilihnya Naftali Bennett sebagai perdana menteri baru di Israel, warga Palestina tidak akan pernah mendapatkan Hak Asasi Manusia. (hmk/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id