Chapter 4: “Artis terbaru”

Behind: Impossible

Jumat, 04 Juni 2021 - 23:26:11 - Dibaca: 436 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 

 

“Ngedengerin nyinyiran orang itu nggak ada guna, yang namanya kata nggak akan pernah selesai. Kalo nggak suka, cukup tau aja bahwa kita berhubungan hanya sebatas untuk memenuhi standar makhluk sosial aja”

-Sanu

Setelah jam pulang kantor usai, Keken, Mala, Tsana, dan Kirana harus bingung tentang apa yang terjadi pada mereka saat ini. Pasalnya sejak mereka keluar dari ruangan Divisi humas, hampir semua karyawan kantor melihat mereka berempat seperti ingin menguliti.

“Ada yang salah dari kita? Atau Cuma gue yang terlalu kegeeran?” Ujar Tsana bertanya tidak tahan dengan keadaan.

“Nggak tahu, gue rasa normal – normal aja deh kita.” Ujar Keken.

Mala melirik Kirana, seolah memberi kode apa hari ini Kirana membuat berita sensasi yang sangat panas, mengikuti lirikan Mala. Keken dan Tsana pun turut memandang Kirana seolah bertanya, sedang yang dipandang memutar bola matanya malas.

“Dari pagi gue sama lo pada ya kak! Yakali gue masih sempat bikin berita” Ujar Kirana mendengus kesal.

Tsana dan Mala segera merangkul Kirana, “Ulu ulu ulu, maafin kita ya Kir, kan kebiasaan.” Ujar Mala.

“Kirana the best lah pokoknya.” Ujar Tsana sambil mengacungkan jempol pada Kirana.

“Ya, Ya, Ya, suka suka Kakak – Kakak sekalian.” Sungut Kirana dengan muka yang sengaja dibuat sekesal mungkin.

Sedangkan Keken yang melihat mereka hanya tertawa pelan, seolah marah dan kesalnya Karana bukanlah apa – apa untuk Keken. Ditengah kegiatan mereka, Reno, Sanu, Doni datang menghampiri Keken dan teman – temannya.

“Wes…artis kita,” Ujar Doni, yang membuat Keken, Mala, Tsana, dan Kirana bertanya – Tanya siapa yang dimaksud oleh Doni.

“Siapa?” Tanya Tsana.

“Masa lo nggak tau sih Tsa, biasaaa,” Ucap Doni.

“Sekarang gue tahu kenapa Keken sama Kirana bisa jadi akur gini, dan Kirana mendadak baik gitu.” Sambung Reno.

“Heran deh gue, baik salah, jahat salah,” Ujar Kirana menghembuskan nafas lelah. “Mana gue di omongin udah kek nggak ada gue aja disini.” Lanjut Kirana lagi pasrah.

“Lebih bagus Kir, jadi kita nggak nambahin dosa ngegibah di belakang lu,” Ujar Sanu sambil cengengesan.

“Suka – suka lu pada aja dah!” Pasrah Kirana.

“Jadi?” Tanya Keken bingung.

“Nih Liat!” suruh Reno pada Keken untuk melihat video yang terputar di ponselnya diikuti oleh Kirana, Mala dan Tsana.

Vidio itu berisi peristiwa Mala dan Kirana yang terjadi kemarin malam, Keken yang melihatnya sedikit bersyukur bahwa hanya kata – kata bajingan saja yang terdengar jelas dari mulutnya tidak dengan perkataan yang lain.

“Owh…jadi gara – gara ini,” Ucap Mala dan Tsana kompak. Kirana hanya menundukkan dalam kepalanya, malu. Tak habis pikir mengapa video dirinya dan Keken bisa beredar luas.

“Ga usah nunduk gitu Kir, lagian lo nggak patut disalahkan juga. Kalo sekarang lo udah berubah mah kita semua mah biasa aja.” Ujar Reno menyamangati Kirana. Kirana tersenyum tipis mendengarnya.

“Lagian buat apa sih nengok yang lalu, kita tu hidup kedepan, jadi fokus aja yang sekarang sama yang mau nanti datang.” Ujar Mala lagi.

“Yaps, jangan takut Kir buat ngadepin omongan orang, yang namanya kata nggak pernah selesai. Jadi ya udahlah, biarin aja.” Ujar Sanu menimpali.

“Tumben bijak,” komentar Keken.

“Tau tu biasa juga sok bijak.” Timpal Tsana.

“Nistain aja gue terus, ridho dunia akhirat gue.” Ujar Sanu sambil menyentuh dada kirinya seolah ia tersakiti.

“Udah guys, Caps pulang gue mau ketemu istri,” Ujar Doni.

“Dih…biasa aja kali, mentang – mentang baru nikah.” Sahut Reno.

“ngomongin istri sembarangan, cari ribut kamu!” Lanjut Sanu menimpali perkataan Reno dengan gaya bicara yang biasa diperagakan pengisi salah satu iklan permen susu di televisi.

“Rada nggek beres nih otak lu pada!” Komentar Kirana diiringi dengan tawa Keken, Mala, dan Tsana.

Terlalu asyik berbincang kedatangan Danu secara tiba – tiba membuat mereka semua bertanya – Tanya, tidak biasanya Danu bergabung dengan mereka jika masih ada pekerjaan yang mengunggu, manusia yang workaholic sekali bukan?

“Udah pada mau pulang?” Tanya Danu.

“Ya” Ujar Keken dan teman – temannya kompak menjawab.

“Tumben Dan, udah selesai aja. Kesambet setan mana lu?” Tanya Sanu.

“Gue emang udah selesai, nggak ada kerjaan lagi.” Ujar Danu yang membuat mereka yang mendengarnya speechless pasalnya Danu tidak pernah main – main jika berkaitan dengan pekerjaan.

“Gila,” Komentar Reno.

“Besok pas hari Jum’at rata – rata dari kita kan free tuh habis sholat jum’at. Makan siangnya diluar aja gue traktir.” Ucap Danu yang mendapat sambutan hebob dari Keken dan teman – temannya.

“Siap Pak Bos!” Ucap Mereka semua kompak sambil memepergakan sikap hormat ala pasukan baris – berbaris kepada Danu.

Danu hanya menggelangkan kepalanya pelan, dan bernjak pergi setelah mengacungi jempol kepada mereka. Percakapan Keken dan teman – temannya usai kala mereka memutuskan untuk pulang selepas kepergian Danu. (*)

Bersambung