KPU Provinsi Jambi Tetapkan Haris-Sani Sebagai Gubernur danWakil Gubernur Jambi

Senin, 14 Juni 2021 - 06:13:04 - Dibaca: 1143 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Oleh : Abdul Bari Azed 

 KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi  melaksanakan Rapat Pleno Penetapan Calon Terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi di 

Ratu Convention Center pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021 yang baru lalu. Melalui Keputusan KPU Provinsi Jambi  Nomor 22/PL.02.7.Kpt/15/Prov/VI/2021 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020.Dalam Keputusan tersebut yang di tanda tangani oleh Ketua KPU Pronvinsi Jambi H.M.Subhan dalam diktum Menimbang disebutkan :antara lain  a. bahwa untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 120/PHP-Gub-XIX/2021 yang diucapkan pada tanggal 22 Maret 2021, KPU Provinsi Jambi telah melaksanakan pemungutan suara ulang di 88 TPS yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota pada 15 Kecamatan dan 41 Kelurahan/Desa  dalam Provinsi Jambi b. bahwa hasil pelaksanaan pemungutan suara ulang sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a telah ditetapkan dengan Keputusan KPU Provinsi Jambi Nomor : 21/PL.02..6.-Kpt/15/Prov/VI/2021 tanggal 3 Juni 2021 c.bahwa berdasarkan Surat Panitera Mahkamah Konstitusi Nomor :1179/HP.07.02/06/2021 tertanggal 11 Juni 2021 Perihal Surat Jawaban, menyatakan bahwa Berkenaan dengan perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi  tahun 2020 pasca pelaksanaan pemungutan suara ulang sebagaimana Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 130/PHP. GUB-XIX/2021, hingga saat ini Mahkamah Konstitusi belum memerima  permohonan perselisihan atas hasil pemungutan suara ulang Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi.

Memutuskan dengan Menetapkan : Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020.

 

KESATU : Menetapkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Prov Jambi Nomor urut 3 (tiga) Sdr. DR.H. AL Haris,S.Sos,M.H. dan Sdr.

Drs. H. Abdullah Sani,M.Pd.I dengan perolehan suara sebanyak 600.733 (enam ratus ribu tujuh ratus tiga puluh tiga) atau 38,26% (tiga puluh delapan koma dua puluh enam persen) dari suara sah sebanyak 1.570.285 (satu juta lima ratus tujuh puluh ribu dua ratus delapan puluh lima) sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakl Gubernur Jambi Tahun 2020. 

KEDUA  : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan . Ditetapkan di Jambi pada tanggal 12 Juni 2021. 

 

Selanjutnya dalam acara pleno KPU Provinsi Jambi hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021 yang baru lalu tersebut di buat pula Berita Acara Nomor 23/PL.02.y7-BA/15/Prov/VI/2021 Tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur danWakil Gubernur Terpilih Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020. Seperti diketahui bahwa Rapat Pleno terbuka tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi dihadiri oleh :1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, 2. Partai politik atau Gabungan Partai Politik pengusul dan 3. Bawaslu Provinsi Jambi..

Berita Acara tersebut ditanda tangani oleh komisioner KPU Provinsi Jambi masing-masing terdiri dari H.M Subhan sebagai Ketua, Apnizal,Ahdiyenti dan Nur Kholik masing-masing sebagai Anggota, tanpa dihadiri satu nama komisioner yaitu M.Sanusi yang telah mengundurkan diri 

 

Putusan DKPP 

 

Ada Pengadu bernama Ansori, pekerjaan swasta,beralamat Jln.Siwabessy No. 29 RT 15,Kelurahan Buluran Kenali,Kec.Telanaipura Kota Jambi sedangkan Teradu bernama M.Sanusi jabatan Anggota KPU Provinsi Jambi beralamat : Jln. Jend..A.Thalib No.33, Pematang Sulur KecamatanTelanaipura Kota Jambi .Adapun isi pengaduan Pengadu yang diregistrasi dengan perkara nomor 43-PKE-DKPP/1/2021.antara lain  .

sebagai berikut : Bahwa oknum anggota KPU Provinsi Jambi M.Sanusi diduga telah  meminta data kepada atas nama salah seorang staf Sekretariat KPU Povinsi Jambi untuk memberikan data terkait Warga Negara  Indonesia (WNI) terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melakukan perekaman KTP-EL  (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) .Permintaan data tersebut whatsapp percakapan antara M.Sanusi dengan Ivan Orizal Fikri. Bahwa data yang telah diberikan oleh Ivan Orizal Fikri, salah seorang staf Sekretariat KPU Provinsi Jambi kepada Komisioner KPU Provinsi Jambi tersebut melalui whatsapp diduga telah digunakan oleh Sdr M.Sanusi untuk disampaikan kepada Tim Pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 01. Serta bahwa data yang diberikan kepada Tim paslon 01 telah digunakan dan dijadikan alat bukti oleh Tim paslon 01 untuk mengadukan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh KPU dan jajarannya.

Setelah melalui proses kesaksian dan bukti-bukti dalam sidang DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) mengambil Kesimpulan berdasarkan penilaian atas fakta dalam persidangan setelah memeriksa keterangan Pengadu,memeriksa dan mendengar Jawaban Teradu dan memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pengadu dan Teradu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berkesimpulan bahwa :

  1. DKPP berwenang mengadili pengaduan Pengadu;
  2. Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan aquo ;
  3. Teradu terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu;

Berdasrkan pertimbangan dan kesimpulan tersebut di atas, MEMUTUSKAN  : 1. Mengabulkan Pengaduan Pengadu untuk sebagian;

2.Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu M.Sanusi selaku anggota KPU Provinsi Jambi terhitung sejak Putusan ini dibacakan.

3.Memerintahkan KPU untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7(tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan dan

4.Memerintahkan kepada Bawaslu utuk mengawasinya. Demikian di putuskan dalam Rapat Pleno oleh 7 (tujuh) anggota DKPP masing-masing Muhammad selaku Ketua merangkap anggota,Alfitra Salam,Teguh Prasetyo,Didik Supriyanto, Ida Budhiati, Pramono Ubaid Tanthowi dan Muhammad Afifuddin. Kemudian 2 (dua) anggota DKPP masing-masing Didik Supriyanto serta Ida Budhiati berpendapat berbeda (dissenting opinion) dengan menjatuhkan hukuman dengan sanksi yang seberat-beratnya karenaTeradu terbukti kasus calon anggota DPD a.n. Muhammad Yasir Arafat dinilai terbukti melakukan penggalangan dukungan berdasarkan Putusan DKPP Nomor 06/DKPP-PKE-III/2014 Teradu terbukti mengabaikan kode etik penyelenggara pemilu untuk itu selayaknya diberi sanksi Pemberhentian Tetap sebagai anggota KPU Provinsi Jambi..

Sengaja penulis mengungkap Putusan DKPP tertanggal 14 April 2021 dan dibacakan dalam sidang kode etik terbuka untuk umum pada hari Rabu,tanggal 21 April 2021 ini untuk menjadi pelajaran bagi komisioner KPU Provinsi Jambi dan KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi untuk tidak lagi melanggar kode etik penyelenggara pemilu, karena mereka dipercaya dan diberi amanah untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar..

 

Adab pemimpin 

 

Kembali kepada sidang pleno penetapan calon terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi pada hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021 Pasangan calon yang terpilih , AlHaris dan Abdullah Sani telah menunjukkan sikap yang rendah hati,tawadhuk, santun serta adab sebagai pemimpin. Al Haris dan Abdullah Sani mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menciptakan Pilgub Jambi ini menjadi aman dan kondusif, ucap  Haris.

Melalui proses PSU (pemilihan suara ulang kemarin, kata Al Haris masyarakat Jambi mendapatkan pendidikan politik yang berharga. Provinsi Jambi masih perlu tangan dingin dari Pj Gubernur Jambi Dr Hari Nur Cahya Murni untuk membangun Jambi lebih baik lagi."Banyak hal yang telah menjadi terobosan baik yang dilakukan oleh Ibu Pj Gubernur dan tentunya akan kami teruskan"ucap Al Haris.Lantas apa langkah Haris-Sani setelah pelantikan? Usai pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi terpilih oleh KPU Provinsi Jambi, Al Haris menghampiri awak media.

Dia mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat Jambi yang telah sadar datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya sebanyak dua kali  termasuk saat PSU. Sempat ada kekhawatiran masyarakat akan menjadi antipati dan sedikit yang datang ke TPS karena harus mencoblos dua kali.  "Tetapi ternyata alhamdulillah ada peningkatan pemilih dari 9 Desember 2020 kemarin .Itu sungguh luar biasa" kata Haris. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjaga.ketertiban di masyarakat serta petugas Satgas Covid-19 yang mampu menjaga yang akhirnya tidak menimbulkan klaster PSU Pilgub Jambi."Kinerja pengamanan masyarakat itu di sisi kamtibmas maupun dari sisi penanganan Covid-19 ,Alhamdulillah berhasil.Sehingga pelaksanaan pemilihan ini aman, lancar, tertib, dan tidak ada klaster dari PSU Pilgub" katanya.

Kepada tim sukses yang telah kembali bersatu dan rukun pascakontestasi politik yang bergengsi ini, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih.

"Harapan saya ke depan adalah bersatunya seluruh pasangan calon.Ini semua harus kita bangun demi kemajuan Provinsi Jambi.yang lebih baik lagi" harapan Haris.

Lantas apa langkahAl Haris selanjutnya setelah dilantik oleh Presiden Jokowi? Ia mengatakan akan membenahi dulu struktur organisasi internal.

Ini kita benahi dulu agar lebih kuat dan kita siapkan pejabat yang lebih andal.Baru nanti kita akan bekerja lebih baik lagi"ucap Al Haris.

 

Sementara itu Pj Gubernur Jambi DR.Hari Nur Cahya Murni dalam sesi wawancara saat pleno terbuka Penetapan Gubernur Jambi mengatakan gubernur terpilih merupakan gubernur pilihan rakyat Jambi.Pasalnya telah dilaksanakan dua kali, yakni pada 9 Desember 2020 dan PSU pada 27 Mei 2021.yang lalu. Hasilnya pun tetap memenangkan pasangan yang sama. "Tentu nya rakyat Jambi pastinya bahagia ya, karena itu merupakan pilihan mayarakat sendiri.Bayangkan, sudah dua kali pemilihan dilakukan termasuk PSU ,dan memang beliau yang menang kembali" ungkapnya. Dia berharap pasangan Haris-Sani dapat melanjutkan perjuangan gubernur-gubernur sebelumnya. "Yang baik diteruskan yang tidak baik ditinggalkan.Ini untuk kemajuan Jambi khususnya kemasyarakatan dan kemakmuran rakyat Jambi secara keseluruhan.Beliau ( Al Haris) bukan lagi Bupati Merangin, melainkan Gubernur Jambi dan harus memikirkan seluruh rakyat Provinsi Jambi." ujar Pj Gubernur Hari Nur Cahya Murni.

Dan memang betul lah mereka berdua Haris-Sani adalah pilihan tepat rakyat Provinsi Jambi,sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi.

Ada baiknya penulis menutup tulisan ini meyampaikan sebuah pantun meniru bapak  Fachrori Umar ,mantan Gubernur Jambi yang gemar berpantun jika mengakhiri sebuah pidato atau sambutan di dalam acara resmi. Pantun ini saya kutip dari  Sutan Rajo Angek yang dimuat di facebook 1 April 2021 yang lalu berbunyi :

 

Dari pado naik kudo,

Rancak lah naik oto,

Dari pado pilih yang tuo,

Rancaklah pilih yang Mudo   

Insya Allah!!!

Kato putuih runding salasai

Dengan niat elok sampai hendaknyo

Aamiin yra

Era Baru JAMBI MANTAP

Terbukti memang Haris terpilih, dia sosok muda,, cerdas, dan  berbakat..

 

Semoga Haris-Sani amanah-- yang Insya Allah Senin sore ini tanggal 14 Juni 2021 akan ada pleno DPRD Provinsi Jambi, serta  dalam beberapa hari ke depan ini akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta.

 

Penulis adalah Guru Besar FH-UI Depok dan FH-UNBARI,serta anggota pengajian Kumpeh Daarut Tauhid (KDT) Muaro Jambi.