Mau Belajar Tatap Muka? Ajak Diskusi Orangtua

Selasa, 22 Juni 2021 - 14:46:50 - Dibaca: 755 kali

Google Plus Stumbleupon


Isnaini, S.Pd, guru SDN 47 Kota Jambi ketika sedang mengajar pembelajaran jarak jauh.
Isnaini, S.Pd, guru SDN 47 Kota Jambi ketika sedang mengajar pembelajaran jarak jauh. / Jambi Ekspres Online

Oleh: Isnaini, S.Pd

 

Setelah libur hari raya Idul fitri usai, pemerintah kota jambi memberikan waktu libur satu minggu dari batas masuk yang telah di tetapkan. Langkah antisipatif ini di ambil sebagai upaya pencegahan klaster hari raya yang akan muncul.

Selanjutnya penerapan belajar tatap muka yang diwacanakan Pemerintah Kota Jambi pasca lebaran pun disambut dengan baik oleh orangtua.

Berdasarkan polling yang disebarkan kepada orangtua SDN 47 Kota Jambi sebanyak 95% orangtua lebih memilih anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Sejumlah orangtua mengakui anak-anak menggunakan gawai selama satu jam untuk belajar dan mengerjakan tugas dari para guru, sisanya mereka gunakan untuk bermain gawai.

“Saya mendukung apapun keputusan pemerintah, namun harus tetap melaksankan protokol kesehatan. Anak-anak dibekali untuk tetap memakai masker dari rumah,” Kata Prisca Hendrayani, perwakilan orangtua.

Prisca menilai kegiatan belajar di rumah tidak bisa fokus dan banyak materi pelajaran yang tidak terserap. Padahal anaknya termasuk aktif dalam belajar namun dia tetap merasa anaknya kurang motivasi dalam memahami suatu materi.

“Lebih suka berkomunikasi langsung dengan para guru di sekolah dan lebih paham apa yang disampaikan oleh wali kelas,” tambahnya.

Berdasarkan polling ada beberapa alasan mengapa orangtua lebih memilih untuk pembelajaran tatap muka. Pertama pada sesi zoom ataupun diskusi via WhatsApp banyak siswa yang tidak mengerti dengan materi namun malu bertanya.

Orangtua yakin anak-anak mereka lebih kreatif jika mereka pergi sekolah. Sehingga para orangtua dengan cepat dan tanggap menyetujui pembuatan surat izin orangtua yang berisi kesediaan para orangtua jika anaknya pergi ke sekolah dan jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan akan menjadi tanggung jawab orangtua.

Alasan kedua yaitu orangtua percaya bahwa anak mereka di usia yang sangat butuh bersosialisasi dengan orang lain.

Mereka yakin bahwa di sekolah anak mereka dapat mengembangkan kemampuan bersosialisasi yang kelak akan bermanfaat saat mereka dewasa.

Banyak orangtua mengeluhkan bahwa anak-anak mereka hanya bermain dengan gawai dan tidak mau lagi berbicara dengan orang lain sehingga banyak orangtua yang resah dengan keadaan ini dan memilih untuk anaknya untuk belajar tatap muka sehingga dapat bertemu dengan teman teman mereka. Orangtua juga merasa bahwa sekolah adalah tempat mendapatkan pendidikan karakter dan tidak bisa dilakukan secara daring.

Kemudian dengan alasan orangtua kesulitan menyuruh anak belajar dan mengerjakan tugas, hingga kesulitan ini berdampak pada menurunnya kualitas belajar anak. Orangtua banyak yang mengeluhkan bahwa anak sering menyepelekan belajar, menunda mengerjakan tugas, hingga akhirnya orangtua yang panik dan marah-marah ketika anak gagal mengumpulkan sesuai tenggat waktu yang telah diberikan.

Salah satu alasan lainnya adalah orangtua siswa sudah merasa aman melepaskan anak anak mereka pergi ke sekolah.

Kepercayaan orangtua akan sudah baiknya protokol kesehatan yang dimiliki oleh sekolah anak mereka juga menjadi alasan mengapa mereka mengizinkan anak kembali ke sekolah.

Dengan adanya hasil polling kesediaan para orangtua dan kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas, sekolah juga sudah melakukan beberapa upaya guna mendukung terciptanya sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswanya.

Sebelum sekolah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, para kepala sekolah, guru, karyawan dan tata usaha sekolah telah menjalani tes swab antigen dan juga telah mendapatkan dua vaksinasi sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

Kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi. SDN 47 mengupayakan upaya prokes dan fasilitas telah dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi penularan.

Persiapan pertama yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan setiap ruang kelas dan ruang lainnya yang dibantu oleh pihak Makorem 042/GAPU Kota Jambi, PMI Provinsi Jambi, Kelurahan Telanaipura. Langkah antisipatif berikutnya yaitu disediakan Thermonex yang diletakkan di gerbang sekolah sehingga semua yang memasuki area sekolah dapat mengukur suhunya masing masing. Penggunaan thermonex ini diawasi dengan ketat oleh dua orang petugas sekolah.

Jika hasil suhu tinggi maka siswa tersebut diminta pulang dan beristirahat sehingga yang masuk area sekolah hanyalah orang-orang yang mempunyai suhu normal. Sekolah juga telah melengkapi keperluan sekolah yang berkaitan dengan protokol kesehatan, seperti masker, sabun cuci tangan, handsanitizer di tiap kelas yang dipersiapkan melalui alokasi fleksibilitas dana BOS sehingga setiap siswa, guru atau siapapun yang memasuki kelas atau ruangan di area sekolah dapat menggunakan fasilitas ini secara bebas.

Proses sekolah yang dilaksanakan tatap muka terbatas mengikuti protokol kesehatan yaitu sekolah membagi siswa menjadi dua shift yang artinya jumlah siswa di kelas hanya 50%.

Contohnya adalah "Siswa dengan nomor absen 1 sampai 15 masuk di hari Senin sementara siswa dengan nomor absen 16 sampai 30 masuk di hari selanjutnya dan begitu seterusnya bergantian satu hari. Siswa pun secara bergantian datang ke sekolah dan masuk kelas.

Jam masuk per jenjang kelas pun dibuat bergantian dengan jeda beberapa menit agar ketika pulang tidak terjadi penumpukan. Sekolah juga memperbanyak imbauan 4 M di lingkungan sekolah, memberitahukan rencana PTM terbatas kepada RT, Kelurahan dan Babinkamtibnas serta membuat angket perjalanan orangtua dan siswa selama liburan.

Sekolah juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, fasilitas kesehatan, mendata kesiapan sekolah dengan daftar periksa, lalu membentuk Satgas Covid-19 internal untuk mulai PTM.

Kantin di SDN 47 Kota Jambi tidak dibuka, serta tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Pihak sekolah juga selalu mengingatkan siswa untuk jaga iman, aman, dan imun, melakukan pembiasaan hidup bersih dengan rajin cuci tangan, serta tidak ada jam istirahat. Dengan adanya praktik yang dilakukan sekolah berharap PTM terbatas pada era kebiasaan baru akan berjalan dengan lancar. PTM memang menjadi opsi utama bagi seluruh satuan pendidikan.

Meski demikian, sekolah juga memberikan pilihan kepada orangtua untuk tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila PTM tidak memungkinkan dilaksanakan. SDN 47 Kota Jambi konsisten bekerjasama dengan orangtua dalam mempersiapkan anak agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru agar PTM akan menjadi solusi yang mampu diterapkan selama pandemi Covid-19. (*)

*) Penulis Guru SDN 47 Kota Jambi/Guru mitra Program PINTAR Tanoto Foundation