Hati Pencetak Golnya Hancur, Pelatih Skotlandia Steve Clarke: Saya Sedih

Rabu, 23 Juni 2021 - 07:22:29 - Dibaca: 342 kali

Google Plus Stumbleupon


Steve Clarke/BBC Sport
Steve Clarke/BBC Sport / Jambi Ekspres Online

GLASGOW—Pemain Skotlandia sangat terpukul dengan kegagalan merela melangkah ke babak 16 besar Piala Eropa usai dikalahkan Kroasia dengan skor 1-3. Sang pencetak gol, John McGinn bahkan mengaku hatinya hancur.

Gelandang Skotlandia itu dikutip dari UEFA.com mengatakan, “Saya hancur karena kami tidak lolos. Kami menghadapi tim yang luar biasa; mereka memiliki banyak pengalaman di turnamen besar dan mereka menunjukkannya malam ini. Saya merasa kami tidak berlaku adil, tetapi kami menciptakan sejarah dengan datang ke sini ke turnamen besar.”

Meski terpukul, McGregor mengaku bangga bisa mencetak gol pertamanya bagi Skotlandia. “Ini adalah momen yang membanggakan bagi saya untuk mencetak gol untuk negara saya. Itu yang diimpikan oleh setiap anak laki-laki,” jelasnya.

“Kami memiliki waktu empat atau lima menit setelah jeda ketika kami mungkin mendapatkan satu lagi tetapi, seperti yang saya katakan, kami menghadapi kualitas nyata dan pada akhirnya itu terlalu berat bagi kami,” lanjutnya.

Steve Clarke, pelatih Skotlandia memaklumi perasaan pemainnya. “Saya sedih untuk para pemain. Kami menunggu lama untuk mengikuti turnamen dan sekelompok pemain bagus yang membawa kami ke sini. Selama babak penyisihan grup ada banyak hal bagus, tetapi pada akhirnya bukan poin yang kami butuhkan,” ujarnya.

“Malam ini kami melawan tim yang sangat tangguh di turnamen dan yang tahu bagaimana memainkan game ketiga dalam grup – dan kami mungkin tidak melakukannya. Itu sebabnya kami akan pulang dan Kroasia akan lolos,” lanjut Clarke.

 

Lebih lanjut Clarke menyebut turnamen ini menjadi pelajaran penting bagi mereka. “Itu adalah sesuatu yang bisa kita pelajari untuk turnamen berikutnya. Saya jamin itu tidak akan 23 tahun sampai turnamen berikutnya,” jelasnya.

“Kami tidak mendapatkan apa-apa dari pertandingan pertama yang berarti kami harus pergi ke Wembley dan menghabiskan banyak energi, fisik dan mental, untuk memberikan diri kita kesempatan. Mungkin kami menderita karenanya di game ketiga,” kuncinya. (amr)

Sumber: www.fajar.co.id