BI Fasilitasi Pelatihan Pewarnaan Batik dan Songket bagi Perajin

Rabu, 23 Juni 2021 - 10:26:07 - Dibaca: 262 kali

Google Plus Stumbleupon


Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jambi, A. Pandu Wirawan, saat membuka kegiatan Pelatihan Pewarnaan Batik
Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jambi, A. Pandu Wirawan, saat membuka kegiatan Pelatihan Pewarnaan Batik / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Batik dan tenun merupakan budaya dan bagian dari sejarah Indonesia. Keberadaan batik dan tenun terus berkembang hingga sekarang, demikian juga dengan Batik dan Songket Jambi.

1A_5

Kepala Tim Pelatih Pewarnaan Batik, Wignyo Rahadi (designer nasional)

Pada dasarnya, batik dan songket memiliki daya tarik, selain dari motif namun juga pada padu padan warna yang indah dan serasi. Hal inilah yang mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi memfasilitasi perajin Batik dan Songket Jambi untuk mendapatkan pelatihan pewarnaan, agar Batik dan Songket Jambi menjadi wastra yang dikenal tidak hanya nasional namun juga hingga internasional.

Pelatihan Pewarnaan Batik dan Songket ini diikuti oleh 20 UMKM, yaitu 18 UMKM Perajin Batik dan 2 UMKM Perajin Songket, yang diselenggarakan di Gedung PKK Sari Tanjung, dari tanggal 22 - 26 Juni 2021.

3A_123

Peserta Pelatihan Pewarnaan Batik saat mengikuti pembukaan kegiatan

Pemilihan lokasi tersebut bertujuan memberikan nuansa Jambi yang kental untuk membangkitkan semangat eksplorasi peserta. Selain itu, untuk lebih membangkitkan semangat melestarikan batik dan songket sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai ekonomi tinggi.

4A_112

Foto bersama

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, A. Pandu Wirawan, saat membuka kegiatan Pelatihan Pewarnaan mengatakan, proses pewarnaan batik dan songket adalah upaya menampilkan motif pada suatu latar.

5A_81

Peserta saat mengikuti praktik pelatihan pewarnaan batik

Melalui pelatihan yang dilaksanakan diharapkan dapat mengangkat Batik dan Songket Jambi menjadi wastra yang dikenal tidak hanya nasional saja, namun juga kedepannya bisa Go Internasional. Sehingga output yang diharapkan, yaitu Batik dan Songket Jambi dapat naik kelas. "Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan perajin agar lebih berinovasi dalam menyuguhkan batik dan songket sebagai unggulan daerah. Kalau tidak berinovasi maka kita bisa kalah bersaing dengan batik dan songket daerah lain, jangan sampai hal ini terjadi," ujarnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi saat menghadiri acara yang berskala nasional akan memakai batik dan songket dari daerah Jambi. Dan inilah salah satu ajang untuk memperkenalkan Batik dan Songket Jambi, sehingga jangan sampai yang diperkenalkan kurang layak.

Pandu berpesan, jangan sampai batik yang dijual dengan harga yang tinggi, dan dipromosikan di tingkat nasional kualitasnya sama dengan batik kebanyakan dijual di pasaran. "Kita harus melihat tren warna, melalui pelatihan ini perajin diharapkan dapat memperkaya ilmu tentang pewarnaan, gunakan pelatihan ini semaksimal mungkin," sebut Pandu.

Sementara itu, Ketua Tim Pelatih Pewarnaan,  Wignyo Rahadi yang juga merupakan desainer nasional menambahkan, pada kesempatan pandemi inilah menguji perajin untuk lebih kreatif dalam berusaha. Karena dalam masa inilah mental pelaku usaha sudah terbentuk dan bisa lebih survive dalam menghadapi tantangan bisnis. "Peran pewarnaan ini sangat penting, karena hasil karya batik dan songket pasti yang utama dilihat yaitu dari pewarnaan, baru selanjutnya corak, motif dan seterusnya. Warna juga dapat menjadi identitas asal, seperti Batik Jambi identik dengan warna maroon, merah atau biru," katanya.

Warna harus dikuasai dengan baik oleh perajin  agar batik dan songket dapat diterima di pasaran. "Kualitas warna harus lebih baik dan jangan luntur. Karena kalau luntur, itu akan sangat merugikan," imbuh Wignyo. (kar)