Diduga, Beruang Masuk ke Perkebunan Warga, BKSDA Jambi Pasang Kamera Trap

Kamis, 24 Juni 2021 - 07:29:51 - Dibaca: 3478 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online
MUARASABAK - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mendapat laporan dugaan adanya seekor beruang yang menampakkan diri saat warga sedang beraktifitas di perkebunan di Pangkal Kemang Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
 
Dengan adanya laporan tersebut, pihak BKSDA Provinsi Jambi langsung bergerak cepat mengecek titik lokasi yang diduga tempat munculnya beruang tersebut. Setelah mengecek, selanjutnya pihak BKSDA memasang kamera trap untuk melihat dan mengintai jika ada pergerakan hewan yang dikenal buas tersebut.
 
Polisi Hutan Seksi Wilayah Konservasi III BKSDA Provinsi Jambi, Sartono saat diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, bahwa awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga yang katanya bertemu langsung dengan beruang tersebut. Namun pihaknya masih belum bisa memastikan apakah benar tentang keberadaan beruang tersebut.
 
"Untuk itu, kita mencoba memasang kamera trap di lokasi yang diduga tempat munculnya beruang tersebut. Jadi kita akan kita biarkan kamera trap itu selama Satu bulan. Jika ada pergerakan, kamera akan menangkap sensor panas dan secara otomatis memotret objek tersebut," katanya.
 
Melihat dari situasi disekitaran perkebunan yang masih semak belukar, berkemungkinan memang masih ada habitat beruang disini. Namun saat ini untuk temuan jejak beruang itu sendiri di lokasi tidak ada, tapi pihaknya baru mendapatkan keterangan warga terkait adanya kemunculan beruang.
 
"Ada kerusakan dibawah batang pohon kelapa bagian akar atau umbut, itu pun sudah lama, belum diketahui apakah itu beruang atau tidak. Biasanya kalau beruang jenis alam, makanannya seperti buah-buahan, kecoa, ular, telur, umbut kelapa dan lain-lain," ungkapnya.
 
Dijelaskannya, untuk wilayah teritorial hewan beruang sendiri tidak terlalu jauh, mungkin bisa sekitar kurang lebih dengan radius 5 Km. Jadi jika memang ada, bisa jadi ada kemungkinan beruang tersebut bisa kembali lagi. Akan tetapi, untuk dua tahun belakangan baru kali ini adanya laporan kemunculan beruang.
 
"Kemungkinan masih ada habitatnya, karena disini semak belukar nya masih luas. Untuk beruang dugaan itu beruang madu. Kalau tanda jejak kaki beruangnya sulit ditemukan, karena tanah disini masih dilapisi dengan rumput. Tanda cakaran juga tidak ada kita temukan," tutupnya.(lan)