Konsep Diri

Rabu, 14 Juli 2021 - 07:47:55 - Dibaca: 1809 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Penulis : Isnawati S.Pd*

 

1. Pengertian Konsep Diri

Konsep diri merupakan keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya sendiri. Dengan kata lain konsep diri juga merupakan potret tentang bagaimana seseorang melihat, menilai, menyikapi dirinya sendiri.

Pembentukan konsep diri sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Lingkungan yang memberikan dukungan positif akan mempermudah individu untuk membentuk konsep diri positif. Sebaliknya, lingkungan yang memberikan dukungan negatif akan membentuk konsep diri negatif.

 

  1. Macam-macam Konsep Diri

Konsep diri dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Konsep Diri Positif yaitu orang yang mampu menerima keadaan dirinya secara apa adanya dengan menerima resiko kekuatan dan kelemahannya. Dia tidak merasa terancam ketika di kritik serta tidak hanyut sewaktu dipuji dan sanjung.
  2. Konsep Diri Negatif yaitu individu yang tidak banyak mengetahui tentang dirinya, tidak melihat dirinya secara utuh kelebihan maupun kekurangannya. Misalnya : hanya memandang kekurangan diri (menjadi rendah diri), merasa tidak disukai orang lain, minder/ tidak percaya diri

 

Karakteristik individu yang memiliki konsep diri positif ialah:

  1. Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi.

Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.

  1. Merasa sepadan dengan orang lain.

Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan. Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.

  1. Tidak malu saat dipuji.

Konsep diri positif membangun pribadi yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah dicapainya.

  1. Merasa mampu memperbaiki diri.

Dengan memiliki konsep diri positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang dirasa kurang.

 

 Karakteristik individu yang memiliki konsep diri negatif ialah:

  1. Sensitif terhadap kritik. Pemilik konsep diri negatif biasanya kurang bisa menerima kritik dari orang lain sebagai upaya refleksi diri.
  2. Senang dengan pujian. Sikap berlebihan terhadap tindakan yang dilakukan sehingga merasa perlu mendapat penghargaan terhadap segala tindakannya.
  3. Merasa tidak disukai orang lain. Selalu muncul anggapan bahwa orang lain disekitarnya akan memandang negatif terhadap dirinya.
  4. Suka mengkritik orang lain. Meski tidak suka dikritik namun pribadi ini senang sekali menghujani kritikan negatif kepada orang lain.
  5. Bermasalah dengan lingkungan sosialnya. Pribadi yang memiliki konsep diri negatif merasa kurang mampu berinteraksi dengan orang lain.

 

  1. Faktor-Faktor Yang Memperngaruhi Konsep Diri

Konsep diri bukanlah bawaan lahir melainkan hasil belajar. Semenjak manusia mengenal lingkungannya sejak itu pula ia belajar banyak hal tentang kehidupan. Menurut E.B Hurlock konsep diri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:

  1. Bentuk tubuh                                   Taraf aspirasi
  2. Cacat tubuh                                      Cita-cita
  3. Pakaian                                             Jenis/gengsi sekolah
  4. Nama dan julukan                            Status sosial ekonomi keluarga
  5. Intelegensi kecerdasan                     Teman-teman/ orang yang berpengaruh

 

Apabila faktor-faktor tersebut cenderung menimbulkan perasaan yang positif seperti bangga atau senang maka akan muncul konsep diri yang positif. Pada masa kanak-kanak seorang individu umumnya cenderung menganggap benar apa saja yang dikatakan oleh orang lain.

Apabila seorang anak merasa dia diterima, dihargai dan dicintai maka anak tersebut akan menerima, menghargai dan juga mencintai dirinya (berkonsep diri positif). Dan akan sebaliknya, jika orang yang berpengaruh di sekelilingnya seperti orang tua, guru, orang dewasa, teman dan lain sebagainya ternyata meremehkan, merendahkan, mempermalukan dan menolaknya, maka pengalaman tersebut akan disikapi dengan negatif dan akan memunculkan konsep diri yang negatif.

 

  1. Usaha Untuk Mengembangkan Konsep Diri

Remaja adalah pribadi yang sedang berkembang menuju kematanga diri, kedewasaan. Untuk itu remaja perlu membekali diri dengan pandangan yang benar tentang konsep diri. Remaja perlu menjadi diri yang memiliki konsep diri positif. Remaja perlu menjadi diri yang efektif agar dapat mempengaruhi orang lain untuk memiliki konsep diri yang positif. Remaja perlu menjadi diri yang mampu menciptakan interaksi sosial yang saling mempercayai, saling terbuka, saling memperhatikan kebutuhan teman, dan saling mendukung.

Berikut beberapa usaha untuk mengembangkan konsep diri positif

a. Singkirkan sugesti negative dari pikiranmu

Kemunduran dan kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Namun, mungkin ada suara di kepalamu yang menyimpan komentar paling negatif tentang kegagalan yang kamu alami.

Buanglah suara-suara negatif dari dalam pikiranmu dan jadilah pendukung setia diri sendiri dengan sugesti positif yang memberi kamu ruang untuk menganalisis tindakan tanpa penilaian. Ini akan menahan dirimu menjadi pribadi yang pasrah dan mengembangkan keberanianmu untuk keluar dan melakukan hal yang benar.

b.Stop membandingkan diri dengan orang lain

Meskipun penting untuk mendengarkan pikiran sendiri, penting juga untuk mengetahui bagaimana melepaskannya. Pikiran manusia dapat menjadi penyiksa pribadi. Memutar pikiran negatif berulang-ulang dalam benakmu hanya akan menarik diri ke dalam lubang pesimisme yang mengubah kenyataan.

Sebagian besar pemikiran tersebut akan membuatmu menilai diri sendiri terhadap orang lain. Mengizinkan pencapaian dan penampilan orang lain untuk menentukan kepercayaan diri kamu adalah perilaku yang buruk.

Jika kamu menemukan dirimu terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain yang kamu anggap sempurna, segera hentikan gangguan pikiran seperti ini dengan jalan-jalan atau mendengarkan musik favorit.

c. Belajar bersyukur

Di dunia ini, banyak pilihan tanpa batas dan keinginan yang tidak realistis yang hanya akan membuat kamu selalu dapat menemukan alasan untuk tidak bahagia. Berlatihlah untuk bersyukur, dengan membuat daftar semua hal yang layak kamu syukuri dalam diri dan hidupmu.

Ini akan membuatmu mengingat kualitas diri ketika kamu merasa tidak memilikinya. Cukup memulainya dengan memperhatikan dan menghargai tiga hal baik tentang dirimu setiap hari.

d. Tanamkan mindset berkembang

Rintangan dan kemunduran memang terasa cukup buruk saat terjadi. Tetapi ketika kamu percaya tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk mengubah situasi, kamu hanya akan merasa putus asa.

Gunakan mindset berkembang yang bisa mengingatkan kamu untuk belajar dan tumbuh dengan membentuk koneksi baru. Setiap kali kamu merasa sedih karena adanya hambatan, ingatkan diri kamu tentang kekuatan "belum".

Maksudnya adalah bagaimana kamu berpikir bahwa kamu bukan tidak bisa, melainkan hanya belum menguasai sebuah keterampilan tersebut.

e.Condongkan diri pada lingkungan yang mendukungmu

Meskipun kepercayaan harus datang dari dalam dan keyakinan internal di mana kamu percaya bahwa kamu mampu dan layak, saraf otak tetap bisa menempatkan kamu dalam narasi yang berisi pendapat orang lain tentang kehidupanmu.

Berada di sekitar teman dan keluarga yang mendukung dan benar-benar mengharapkan yang terbaik untuk dirimu, selalu menghibur kamu sepanjang jalan akan menimbulkan kepercayaan diri yang nyata dan sikap berseri-seri. Jadi, mulai sekarang kamu perlu mengidentifikasi lingkaran dukungan sekitarmu.

f. Ubah penampilan jadi lebih menarik

Beberapa persen dari kebahagiaan bergantung pada kondisi hidup. Tentu, mungkin persentasenya kecil, tetapi jika ada sesuatu tentang penampilanmu yang menimbulkan perasaan malu. Itu adalah kesempatan kamu untuk mengubahnya menjadi kekuatan.

Contohnya, bagaimana orang-orang merasa lebih percaya diri ketika berpenampilan rapi dan menarik dan itu dapat meningkatkan kebahagiaan hidup. Ingatlah untuk memanjakan diri kamu secara teratur. Perubahan kecil seperti warna atau potongan rambut yang bagus, jaket yang pas atau lipstik yang berani dapat memberikan keajaiban bagi kepercayaan dirimu.

g. Temukan tujuan hidup yang lebih bermakna

Pencarian makna manusia berevolusi sebagai respons terhadap realisasi ketidakpastian hidup. Memiliki tujuan yang bermakna yang selaras dengan kekuatan dan nilai-nilai diri dapat membangun kepercayaan diri dan melindungimu dari kekacauan emosi.

Kemunduran, komentar orang lain, dan situasi sulit semuanya bukan masalah besar ketika kamu menerangi hidupmu dengan percikan yang membakar semangat. Emosi positif akan mendorong kamu untuk mengambil tindakan nyata daripada berkubang dalam kesengsaraan.

Menikmati saat-saat pertumbuhan ini memungkinkan dirimu meresap ke dalam ingatan jangka panjang untuk membentuk lensa positif sebagai alat memandang diri sendiri. (*)

*) Penulis adalah Guru Bimbingan Konseling SMK Negeri 2 Kota Jambi