Denny Siregar Akui Kena Prank Sumbangan Akidi Tio, Singgung Fadli Zon dan Andi Arief dalam Prank Ratna Sarumpaet

Selasa, 03 Agustus 2021 - 07:00:11 - Dibaca: 490 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar menjadi salah satu pihak yang memuji setinggi langit sumbangan keluarga Akidi Tio. Terbaru, sumbangan Rp2 triliun itu sampai kini masih belum ada kejelasannya.

Banyak pihak menilai, itu adalah prank sangat besar di tengah pandemi Covid-19. Denny Siregar pun mengakui bahwa dirinya kena prank terkait sumbangan Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Palembang itu.

Pengakuan itu disampaikan Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya, Senin (2/8/2021), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

“Iya, gua ngaku kena prank. Gua salah karena terlalu percaya. Namanya juga senang ada yang mau kasih bantuan..” tulisnya.

Akan tetapi, ia lantas melontarkan sindiran prank yang sama yang pernah dilakukan Ratna Sarumpaet.

“Lu juga pernah, kan? Waktu belain Ratna Sarumpaet?” sambungnya.

Dalam cuitan lainnya, Denny Siregar juga menyentil Fadli Zon, Andi Arief dan Rizal Ramli.

Sebab, politisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat itu termasuk salah satu pihak yang ‘termakan’ prank Ratna Sarumpaet.

“Gua akhirnya paham bagaimana perasaan @fadlizon, Rizal Ramli @Andiarief__ waktu kena prank Ratna Sarumpaet..” ungkapnya.

“Sakitnya tuh disini…” smabung Denny.

Cuitan pengakuan sekaligus sindiran Denny Siregar pun dilanjutkan dalam cuitan lainnya. “Gua ngaku kena prank, elu marah. Gua gak ngaku, dibilang ngeles. Trus maunya gimanaaaa?” sindirnya lagi.

Beda Statmen

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi membantah pihaknya sudah menetapkan Heriyanti sebagai tersangka hoax.

Dalam mengeluarkan pernyataan resmi, tegasnya, hanya Kapold Sumsel atau dirinya yang berhak.

“(Berita Heryati tersangka) Yang sudah beredar, saya tidak bertanggung jawab,” tegasnya di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021) sore.

Supriadi juga membantah bahwa pihaknya menangkap Heriyanti sebagaimana pernyataan Dirintelkam Polda Sumssel, Kombes Ratno Kuncoro.

“Bukan ditangkap, tetapi diundang untuk memberikan klarifikasi,” terangnya.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Heriyanti di Gedung Ditreskrimum Polda Sumsel.

Pihaknya juga meminta awak media bersabar menunggu hasil pemeriksaan.

“Secara psikologis orang yang memberikan bantuan sebesar itu akan ada beban. Kita tidak bisa memaksakan,” ujarnya.

Pernyataan itu berbeda dengan yang disampaikan Dirintelkam Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro.

Ratno di Kantor Pemprov Sumsel menyatakan pihaknya telah menangkap Heriyati lantaran sumbangan Rp2 triliun itu ternyata tidak ada. “Kami mengamankan anak bungsu Alm Akidi Tio, Heriyanti untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dana tersebut,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

“Saat ini yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka karena dana tersebut hanyalah hoax belaka,” sambungnya.

 

Dalam kasus ini, keluarga Alm Tio dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 Pasal 15.

Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak- tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun. (int/ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id