Pinto Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPRD Dampingi Gubernur Sidak ke RSUD Raden Mattaher

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:12:56 - Dibaca: 386 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara mendampingi Gubernur Jambi Al Haris Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Raden Mattaher, Jumat (13/8/2021). Kedatangan gubenur tersebut setelah mendapat informasi ada sekitar 500 Tenaga Kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Raden Mattaher belum menerima insentif sejak Januari lalu. Informasi tersebut disampaikan oleh Budiyako, Anggota DPRD Provinsi Jambi di penghujung Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan RANWAL RPJMD 2021-2026.

"Kami meminta kepada bapak gubernur untuk segera meperhatian dan penanganan terhadap persoalan pembayaran insentif Nakes ini," kata Budiyako, sebelum sidak yang dilakukan gubernur.

Begitu mendapat kabar tersebut, Al Haris memutuskan langsung menuju ke RSUD Raden Mattaher. Ada hal yang menjadi perhatian awak media dimana gubernur hanya berjalan kaki ke rumah sakit dari kantor DPRD Provinsi Jambi. Setiba di rumah sakit langsung diterima oleh Direktur RSUD Raden Mattaher dr. Fery Kusnadi dan sempat berbincang dan langsung melanjutkan sidak ke lantai 2. Al Haris meminta ke Sekda, Kepala Bakeuda, Direktur RSUD untuk segera menyelesaikan persoalan insentif nakes ini.

"Klau bisa Senin sudah bisa cair," kata gubernur.

Sementara itu, Pinto Jayanegara yang merupakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPRD Provinsi Jambi dan sekaligus Koordinator Komisi IV DPRD Provinsi Jambi menegaskan bahwa sejak Maret 2020 hingga sekarang, kita masih terus berjuang menghadapi Covid-19. Grafik jumlah warga yang terpapar cenderung naik.

"Ini sebenarnya penanda diperlukan kebijakan penanganan Covid yang lebih tepat. Salah satu kendala dalam penanganan Covid kita temukan pada hari ini. Bersama pak gubernur dan rekan rekan media, kita menemukan fakta insentif nakes yang menangani pasien Covid di RSUD Raden Mattaher ternyata belum menerima insentifnya sejak Januari. Untuk itu kita mendukung langkah langkah yang diputuskan pak gubernur dalam mengatasi masalah tersebut," pungkasnya.(*)