Warga Tolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi

Senin, 23 Agustus 2021 - 10:02:56 - Dibaca: 932 kali

Google Plus Stumbleupon


RENCANA TEMPAT ISOLASI: Gedung SMP Negeri 21 Tanjabtim yang direncanakan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, khusus Kecamatan Muara Sabak Barat. MAULANA/JE
RENCANA TEMPAT ISOLASI: Gedung SMP Negeri 21 Tanjabtim yang direncanakan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, khusus Kecamatan Muara Sabak Barat. MAULANA/JE / Jambi Ekspres Online

MUARASABAK - Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur, telah mengeluarkan surat edaran terkait gedung sekolah yang dijadikan tempat isolasi terpusat di 11 kecamatan. Namun tidak semua masyarakat yang berada disekitar sekolah yang dijadikan tempat isolasi setuju terkait keputusan tersebut.

 

Contohnya saja warga Pendowo, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat. Mereka menolak SMP Negeri 21 Tanjabtim dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Pasalnya, gedung SMP Negeri 21 itu berada di pusat padat penduduk, sehingga dikhawatirkan terjadinya penularan. "Seharusnya ada dasar untuk menetapkan gedung sekolah yang harus dijadikan tempat isolasi. Jadi kami warga disini menolak jika gedung itu tetap dijadikan tempat isolasi," kata Ketua RT setempat, Sukardi.

 

Dia beranggapan, masih banyak gedung kosong atau gedung sekolah yang jauh dari pemukiman padat penduduk, seperti Gedung Olah Raga (GOR) Paduka Berhala serta bangunan lainnya. Sebaiknya ada pertimbangan dari pihak terkait jika menetapkan tempat isolasi. "Ya, setidaknya apa pertimbangannya maka harus SMP Negeri 21 yang berada dekat dengan rumah penduduk dijadikan tempat isolasi, kan masih banyak yang lainnya, kenapa harus disitu," ungkapnya. 

 

Ditegaskanya, jika gedung SMP Negeri 21 Tanjabtim akan tetap menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19, dan keluhan warga tidak direspon, maka warga mengancam akan melakukan aksi demo. "Kita akan demo jika sekolah ini (SMP Negeri 21) masih dijadikan tempat isolasi. Anak-anak kan banyak yang sering bermain di seputaran sekolah, jadi kami khawatir," ucapnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmat saat dihubungi via telepon Minggu (22/8) kemarin bernada tidak aktif. Kemudian media ini mencoba menghubungi via WhatsApp juga dalam kondisi tidak aktif. (lan)