Longsor di 10 Titik , Ruas Jalan Bangko-Kerinci

Kamis, 26 Agustus 2021 - 12:57:01 - Dibaca: 1230 kali

Google Plus Stumbleupon


LONGSOR: Sebuah mobil pengangkut semen masuk ke jurang di jalan Lintas Merangin-Kerinci tepatnya di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, kemarin (25/8).Mobil tersebut diduga nekad lewat sementara badan jalan hanya tinggal 3 meter.WIWIN SAPUTRA/JE
LONGSOR: Sebuah mobil pengangkut semen masuk ke jurang di jalan Lintas Merangin-Kerinci tepatnya di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, kemarin (25/8).Mobil tersebut diduga nekad lewat sementara badan jalan hanya tinggal 3 meter.WIWIN SAPUTRA/JE / Jambi Ekspres Online

 

BANGKO-Hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Merangin pada Selasa malam (24/08/2021) mengakibatkan akses jalan Merangin-Kerinci sempat putus akibat tertutup material longsor pada Rabu dinihari (25/08/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Titik longsor tersebut berada di KM 70 Jalan Lintas Merangin-Kerinci tepatnya di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin dengan panjang timbunan sekitar 20 meter.

Hal ini dibenarkan oleh Kapten Inf Suheri Danramil 420-07/Sungai Manau yang mengatakan mulai dari kejadian longsor hingga siang hari hanya kendaraan kecil yang bisa lewat pada jalan tersebut.

"Sempat tertutup total. Setelah dibersihkan jalan bisa dilalui oleh motor dan mobil kecil, kalau mobil angkutan barang atau yang berukuran besar belum bisa lewat," ujar Kapten Inf Suheri.

Dia juga menjelaskan bahwa sejak kejadian aparat dibantu oleh masyarakat masih membersihkan sambil menunggu alat dari PUPR Merangin yang sedang dalam perjalanan.

"Sejak kejadian hingga sore tadi masih dilakukan pembersihan dibantu oleh masyarakat dan masih menunggu alat berat dari PUPR Merangin," terangnya.

Sementara itu ada salah satu truk pengangkut semen yang diduga akan menyuplai semen ke proyek PLTA Kerinci terguling masuk ke jurang longsor akibat nekat menerobos untuk lewat.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Sungai Manau, IPTU Mulyono, yang mengatakan bahwa sopir sudah dibawa ke Kerinci sementara mobil belum dievakuasi.

"Sopirnya tidak apa-apa dan sudah dibawa ke Kerinci namun mobilnya masih didalam jurang  belum dievakuasi," terang IPTU Mulyono.

Terpisah, Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi Bosar H.Pasaribu mengatakan penanganan longsor sudah dilakukan pihaknya. 

“Alat motor grader 1 unit sudah melakukan pembersihan sejak tadi pagi (Rabu, red) sekitar pukul 10.00 WIB. Tetapi 2 unit Excavator 2 terlambat tiba di lokasi karena rusaknya alat pengangkut sehingga pembersihan/penanganan longsor belum maksimal,” ujarnya saat dikonfirmasi Jambi Ekspres (25/8).

Bosar melanjutkan, pada sore harinya excavator sudah tiba dan sudah mulai kerja dari arah Sanggaran Agung. “Mungkin dilanjutkan besok penuntasan karena lalu lintas sudah tidak terlalu terganggu,” tambahnya.

Sementara untuk badan jalan yang amblas (turun) ke jurang di Desa Birun sekitar 10 meter Bosar mengatakan juga akan ditangani pihaknya.

“Jalan yang amblas kami upayakan ditangani tahun ini dgn membuat penahan longsor di lerengnya,” sebutnya.

Sebelumnya Bosar menceritakan kronologis longsor ini terjadi pada pukul 00.30  WIB tanggal 25 Agustus, longsor berada di ruas jalan Sei Manau hingga Batas Kerinci -Sanggaran Agung akibat hujan deras yang cukup lama.

Kata Bosar, longsor terjadi pada pada 10 lokasi antara STA 19+00 hingga  STA 64+00. Pada 8 lokasi, material longsoran berupa tanah dan sirtu dari tebing turun menutupi bahu jalan dan sebagian badan jalan sepanjang 5 meter ssampai 10 meter.

“Sedangkan 2 lokasi lain yaitu STA 20+050 dan di Desa Birun (STA 20+600) longsor yang terjadi berupa turunnya badan jalan ke arah jurang dengan Panjang longsoran masing masing kurang lebih 10 meter dan kedalaman longsor 20 meter, sehingga lebar badan jalan menjadi 3 m,” sebutnya.

Ia menegaskan untuk lalu lintas kendaraan kecil tetap bisa lewat sejak terjadinya longsor. Tetapi kendaraan truk mengalami sedikit hambatan harus bergantian satu arah di STA 20+600 yang badan jaiannya mengalami longsor ke arah jurang. (wwn/aan)