2 Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos, Ini Sikap Ketua DPRD Provinsi Jambi

Selasa, 14 September 2021 - 02:31:41 - Dibaca: 447 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pasca kejadian hampir ricuh yang terjadi di akhir sidang paripurna DPRD Provinsi Jambi pada Senin (13/9), Ketua DPRD Provinsi Jambi memberikan penjelasan.

Edi Purwanto mengatakan, kini masalah yang terjadi diantara Anggotanya sudah diselesaikan. “Udah selesai masalahnya, sudah salaman, tertawa dan berpelukan," ujar Ketua DPRD.

Menurut Edi, hal ini sudah biasa dalam dinamika politik.
"Biasa saja berbeda pendapat karena anggota dewan memiliki pikiran masing-masing, dan punya cara pandang berbeda," tambahnya.

Terkait pokok masalah penyertaan modal Bank Jambi yang diperdebatkan, Edi mengatakan, hal ini merupakan leading sector Gubernur Jambi. “Dulu kita membahas itu karena ada surat gubernur yang menghentikan (pembahasan) itu sementara, sekarang kalau Gubernur melanjutkan, kajian hukumnya harus betul-betul matang, jangan sampai ada konsekwensi ketika dilanjutkan, tentu gubernur akan hati-hati,”ucapnya.

Sebelumnya, Dua anggota DPRD Kamaludin Havis dari Fraksi PPP dan Ahmad Fauzi Ansori dari Fraksi Demokrat hampir adu jotos di akhir sidang.

Awalnya Ahmad Fauzi menginterupsi Ketua DPRD Edi Purwanto untuk meminta kejelasan pernyataan Gubernur Jambi Al Haris terkait adanya rencana penyertaan modal tambahan bagi Bank Jambi yang disampaikan dalam KUPA PPAS APBD- Perubahan 2021.
Fauzi menanyakan penyertaan modal Rp40-an miliar dalam situasi Perda yang belum disahkan.

Mendengar itu, Kamaludin Havis dari PPP balik menginterupsi. Ia mengatakan rapat paripurna digelar secara resmi dan pendalaman akan dibahas di komisi dan badan anggaran. "Jangan dibuka disini, karena semuanya punya harga diri dan punya marwah, kita minta tertutup (penyertaan modal) di banggar di Komisi dan banggar, jangan cari panggung lah disini," ujar anggota dewan asal Muaro Jambi ini.

Tak terima dengan ucapan Havis, Ahmad Fauzi menyebut dirinya tak setuju dengan pernyataan koleganya sesama dewan itu. "Kita sama-sama dewan, sama-sama punya hak suara saudara Havis, jangan seperti itu kita punya hak," ujarnya.

Selepas sidang ditutup, keduanya tampak masih belum puas. Keduanya berjalan menuju bangku penonton sidang dibagian belakang. Dan saling berbicara berdua, dan tampak ada salah seorang yang mendorong hingga harus dipisahkan oleh Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni. (aan)