Muhammad Kece Babak Belur, Ferdinand: Napoleon Tidak Akan Bisa Berlindung

Selasa, 21 September 2021 - 06:53:22 - Dibaca: 6962 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean tanggapi kasus Muhammad Kece dihajar Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com
Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean tanggapi kasus Muhammad Kece dihajar Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean angkat bicara menanggapi kasus dugaan penganiayaan yang dialami Muhammad Kece oleh Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. Muhammad Kece dihajar Napoleon Bonaparte hingga babak belur. Pelaku juga melumuri tersangka penista agama itu dengan kotoran manusia. Belakangan Napoleon mengakui tindakan kekerasan itu dilakukan lantaran tak terima agamanya dihina oleh Muhammad Kece.

YAMAHA2A

Namun, Ferdinand mengatakan kasus dugaan penganiayaan oleh Napoleon kepada M Kece hanya kekerasaan yang dilakukan tahanan kepada tahanan lain. ADVERTISEMENT "Sebaiknya jangan diseret-seret lebih jauh ke perbedaan agama meskipun Napoleon melakukannya dengan alasan agama," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Senin (20/9). Mantan ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu mengajak publik tidak membesar-besarkan kasus dugaan penganiayaan oleh Napoleon Bonaparte kepada M Kece dan menyerahkan proses hukum kasus itu kepada Polri.

Masyarakat juga tidak perlu menyalahkan polisi dalam masalah yang dilakukan mantan Kadiv Hubinter Polri tersebut. "Serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengusut peristiwa tersebut dan membawa Napoleon Bonaparte ke pengadilan atas sangkaan kekerasan dan penganiayaan," ucap mantan politikus Partai Demokrat itu.

Ferdinand meyakini Polri bakal bertindak profesional dan berlaku adil dalam menangani kasus tersebut, sehingga publik tidak perlu membesar-besarkan apalagi menyeret ke persoalan agama.

"Napoleon tidak akan bisa berlindung di balik alasan bela agama karena yang dia lakukan adalah kekerasan," tandas Ferdinand Hutahaean. (fat/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com