Gatot Nurmantyo Vs Letjen Dudung soal Hilangnya Patung Penumpasan G30S/PKI, Prabowo Diminta Bicara

Selasa, 28 September 2021 - 13:30:52 - Dibaca: 1159 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/jpnn.com
Ilustrasi - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/jpnn.com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menanggapi polemik pernyataan Gatot Nurmantyo yang menuding TNI sudah disusupi oleh PKI menyusul hilangnya sebagian diorama peristiwa penumpasan G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad. Tudingan mantan panglima TNI itu diklarifikasi oleh Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang menyatakan memang ada tiga patung hilang dalam diorama Itu. Namun, tiga patung tersebut tidak dihilangkan TNI secara sengaja. Adapun tiga patung itu yang hilang yaitu menggambarkan Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD).

Menurut Dudung, patung tersebut diambil oleh penggagasnya yaitu Letjen TNI (Purn) AY Nasution. Nah, Hendri Satrio menilai Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto perlu angkat bicara menanggapi masalah tersebut. "Tentang tudingan Pak Gatot Nurmantyo, hilangnya patung sejumlah tokoh penumpas G30S/PKI di Makostrad, saya pilih menunggu komentar Pak Prabowo Subianto saja dahulu, boleh, ya, Bang @Dahnilanzar, terima kasih #Hensat," tulis Hendri melalui akunnya di Twitter.

Saat dihubungi JPNN.com, Selasa (28/9), Hendri menilai pandangan Menhan Prabowo Subianto soal hilangnya diorama itu penting untuk didengar. "Yang hilang itu, kan, bukan menceritakan sejarah Kostrad, tetapi sejarah Indonesia. Jadi, penting menhan bicara," ujar pendiri lembaga KedaiKOPI itu.

Pengajar di Universitas Paramadina itu juga mengatakan pandangan Prabowo juga penting sebagai mantan prajurit dan perwira di TNI.

"Prabowo juga prajurit sekaligus perwira, baik juga rakyat mendengar pandangan beliau tentang hilangnya diorama tersebut," sambung Hensat -panggilan Hendri Satrio. Lagi pula, dia memandang penjelasan Pangkostrad Letjen Dudung mengenai hilangnya diorama itu belum menjawab tudingan Gatot Nurmantyo. "Penjelasan Kostrad bahwa alasan hilangnya diorama karena sang penggagas diorama ingin diorama itu dibongkar, alasan yang aneh, ya, ini harus diperjelas," tandas Hendri Satrio. (fat/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com