Kasus Dugaan Pemerkosaan 3 Anak oleh Ayah Kandung, Kementerian PPPA Akan Terjunkan Tim ke Lutim

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 05:17:44 - Dibaca: 158 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA — Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar, mengaku pihaknya akan menerjunkan tim ke Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Hal ini dilakukan, guna mendalami kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan ayah terhadap tiga anak kandungnya di Luwu Timur.

“Kami sedang menyiapkan tim untuk bisa ke Luwu Timur untuk berkoordinasi dan melaksankaan asesmen lanjutan,” ujar Nahar kepada JawaPos.com, Jumat (8/10).

 

Nahar mengaku, kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah ini terus dipantau oleh Kementerian PPPA sejak 2019 lalu. Saat ini juga kementerian sedang melakukan koordinasi lanjutan karena kasus ini telah dihentikan oleh pihak kepolisian.

“Kami terus memantau kasus ini sejak 2019, ada SP3 dan beberapa catatan,” katanya.

Sementara terpisah, Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Rezky Pratiwi mendesak agar Polda Sulawesi Selatan kembali membuka kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan ayah terhadap tiga anak kandungnya di Luwu Timur.

“Harapannya tentu supaya kasus ini segera dibuka kembali, kasus diproses dan ditingkatkan sehingga anak bisa mendapatkan keadilan,” ujar Pratiwi.

Pratiwi mengatakan pelaku juga harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya oleh pihak kepolisian. Karena pelaku sampai saat ini masih bebas berkeliaran tanpa harus menanggung kesalahan yang telah diperbuatnya.

“Jadi harus ada proses hukuman kepada pelaku,” katanya.

Diketahui, terjadi dugaan pemerkosaan oleh seorang ayah terhadap tiga orang anak kandungnya masih di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 2019 lalu.

Ibu dari para korban pernah melaporkan tindakan kriminal tersebut kepada Polres Luwu Timur, namun laporannya tidak ditanggapi.

Hingga penanganan kasus akhirnya diberhentikan oleh pihak kepolisian yakni Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan. (jpc)

Sumber: www.fajar.co.id