Survei Terbaru: Cuma 7 Partai di Atas PT, Jawaranya Tetap PDIP

Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:00:29 - Dibaca: 5965 kali

Google Plus Stumbleupon


Logo PDI Perjuangan. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com
Logo PDI Perjuangan. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Lembaga riset Laboratorium Suara Indonesia (LSI) melakukan survei untuk memotret dinamika politik jelang Pemilu 2024. Hasil survei terhadap 2.178 responden pada periode 24 September hingga 8 Oktober 2021 itu mengungkap hanya ada tujuh parpol yang memiliki elektabilitas di atas ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen. Menurut Direktur Eksekutif LSI Albertus Dino, preferensi responden atas partai politik cenderung mapan meski masih dalam kondisi dinamis.

YAMAHA2A

"Partai-partai itu ialah PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PKB, dan PKS," kata Dino, Selasa (12/10).  LSI dalam survei itu menyodorkan pertanyaan terbuka (penyurvei tidak menyebutkan nama) tentang parpol plihan responden. Hasilnya ialah PDIP masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi, yakni 13,10 persen. Di bawah PDIP ada Golkar dengan 12,8 persen. Adapun Gerindra menempati posisi ketiga dengan 12,6 persen.

Selanjutnya, ada Partai Demokrat (PD) dan NasDem yang sama-sama memiliki elektabilitas 6,3 persen. Adapun PKB mengantongi elektabilitas 5,8 persen, sedangkan PKS di posisi ketujuh dengan 5,4 persen. Namun, hasil survei itu mengungkap 22,7 persen responden tidak memilih.  Di luar tujuh parpol itu ialah partai dengan elektabilitas di bawah ambang batas parlemen.

Adapun hasil survei secara tertutup (penyurvei LSI menyebut nama) parpol pilihan responden memperlihatkan PDIP masih tetap berjaya. Elektabilitasnya 14,60 persen.

Di peringkat kedua ada Golkar dengan 14,4 persen. Adapun posisi ketiga menjadi milik Gerindra dengan 13,4 persen. Kemudian secara berurutan ialah PD dengan 6,7 persen, Nasdem (6,6 persen), PKB (6,1 persen), dan PKS (5,6 persen). Meski begitu, lanjut Dino, tingkat keterpilihan partai politik masih tetap terbuka. "MAsih ada waktu selama tiga tahun ke depan menuju Pemilu 2024," ujarnya.(mcr9/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com