Langsung Isolasi di LPMP. Dispora Bantah Atlet Jambi Kabur dari Tempat Isolasi

Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:25:03 - Dibaca: 291 kali

Google Plus Stumbleupon


LANGSUNG ISOLASI: Dua atlet peraih emas PON Papua dari cabor angkat besi, yakni Rifki kelas 109 Kg dan dan Juliana Clarissa kelas 55 Kg, saat sampai di bandara Jambi, kemarin (12/10). Selain mereka, juga dilakukan penyambutan terhadap atlet-atlet Jambi lainnya. Mereka langsung diisolasi di LPMP Provinsi Jambi. (Insert) Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi John Harles menyambut atlet yang sampai di Jambi. HUMAS KONI FOR JAMBIEKSPRES
LANGSUNG ISOLASI: Dua atlet peraih emas PON Papua dari cabor angkat besi, yakni Rifki kelas 109 Kg dan dan Juliana Clarissa kelas 55 Kg, saat sampai di bandara Jambi, kemarin (12/10). Selain mereka, juga dilakukan penyambutan terhadap atlet-atlet Jambi lainnya. Mereka langsung diisolasi di LPMP Provinsi Jambi. (Insert) Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi John Harles menyambut atlet yang sampai di Jambi. HUMAS KONI FOR JAMBIEKSPRES / Jambi Ekspres Online

 

JAMBI – 88 orang atlet Jambi yang berlaga di PON Pupua sudah kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembelan Lurah.

Selasa kemarin (12/10), ada lagi 17 orang atlet beserta pelatih dan official dari dua cabor yang tiba di Jambi, yakni dari cabor angkat besi dan atlet panahan. Diantaranya ada atlet peraih medali emas pada cabor angkat besi Juliana klarisa dan M. Hanif Wijaya dari cabor panahan.

Setiba di Jambi, para atlet tersebut langsung dibawa ke Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jambi untuk menjalani isolasi terpadu.

Wakil Ketua III Bidang Humas dan Data KONI Provinsi Jambi, Syukri Baraqbah mengatakan, jumlah atlet yang sudah kembali ke Jambi ada sebanyak 88 orang. Semua mereka menjalani isolasi di LPMP.

“Mereka di karantina selama 5 hari, kemudian di tes PCR ulang, jika negatif  dipersilahakan kembali ke rumah,” kata Syukri Baraqbah.

Terbaru (kemarin, red) ada 17 atlet, official dan pelatih dari cabor panahan dan angkat besi tiba di Jambi. Mereka juga langsung dibawa ke LPMP di Kota Jambi.

Untuk kepulangan para cabor sendiri sebut Syukri tergantung pada cabor yang telah selesai bertanding.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi Ronaldi menyebutkan, terkait kabar keluarnya 2 atlet Jambi sebelum selesai diisolasi di Jakarta tak seperti yang dikabarkan. Ia menyebut 2 atlet sepatu roda Jambi ini sudah diisolasi di LPMP.

“Mereka sudah pulang ke Jambi pada tanggal 5 Oktober langsung masuk LPMP,  atau sebelum keluar surat edaran satgas Covid pusat terkait isolasi kontingen PON Papua,” jelasnya saat dihubungi Jambi Ekspres (12/10).

Ronaldi mengakui, kedua atlet ini sebelum pulang melakukan tes PCR di Jayapura, dan sehari kemudian baru terbang ke Jakarta dan menginap semalam lalu dilanjutkan berangkat ke Jambi. Setibanya di Jambi hasil tes covid terbaru keluar dan langsung diisolasi. “Untuk rincinya saya tak tahu terpapar Covid dari mana atlet ini, kita tahunya sehari sebelum berangkat mereka PCR, dan hasil PCR ini terhubung ke handphone pribadi masing-masing melalui aplikasi, kita tak tahu hasilnya positif atau negative,” ungkapnya. 

Namun Ronaldi memastikan atlet Jambi ini tak kabur. “Tak mungkin kabur, karena di bandara ini kita ada data bebas Covid, saya berani jamin atlet kita tak ada yang kabur,” tegasnya.

Sejauh ini, satu orang atlet pria  dan official sepatu roda ini, kata dia kondisinya Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan kondisi yang sehat. “Nantinya pas 4 hari mereka akan di tes PCR lagi, kalau positif lagi sesuai arahan tim satgas covid-19 baru kita bawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Ia menekankan setiap kontingen Jambi yang pulang dari Papua akan mengikuti protokol kesehatan terbaru sesuai ketentuan satgas. Yakni dari Papua harus transit di Jakarta untuk menginap semalam di hotel sembari menunggu pesawat keesokan harinya. Setelah di Jambi baru akan dikarantina. “Sejauh ini sudah ada 50 persen kontingen Jambi yang pulang, nanti terakhir kontingen sampai Jambi tanggal 18 Oktober,” terangnya. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 83 kasus COVID-19 teridentifikasi pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua hingga Senin siang.

"Sampai tadi siang jadi 83 kasus konsentrasi di beberapa cabang olahraga seperti judo, panahan, sepatu roda, kriket dan motorcross, juga di beberapa provinsi asal yaitu DKI Jakarta, Jatim, Jateng dan Bali," kata Menkes saat konferensi pers daring terkait PPKM yang diikuti di Jakarta, Senin.

Menkes mengatakan, berdasarkan pengamatan, penularan terjadi di penginapan karena satu kamar ditempati sekitar empat orang. Selain itu juga karena makan bersama.

"Ini menjadi catatan agar ke depan untuk acara seperti ini ada perbaikan-perbaikan protokol kesehatan yang bisa kami lakukan," tambah Menkes.

Selain itu, menurut Budi, disiplin protokol kesehatan juga masih bisa ditingkatkan terutama dengan memberikan wewenang yang lebih besar kepada Satgas Penanganan COVID-19 di daerah.

Lebih lanjut Menkes menambahkan, pihaknya mengamati ada tujuh atlet yang sebelumnya sudah teridentifikasi COVID-19 berhasil keluar dari tempat isolasi sebelum selesai masa isolasinya yaitu selama lima hari.

Para atlet tersebut yaitu satu orang ke Tarakan Provinsi Kalimantan Utara, dua orang ke Jambi, tiga orang ke Sidoarjo Jawa Timur dan satu orang ke Yogyakarta.

"Atas saran Bapak Presiden, atlet yang keburu kembali ke daerah asal sebelum selesai masa isolasinya bisa dikarantina di tempat kedatangan," kata Menkes.

Dari pengalaman pelaksanaan PON tersebut, Menkes menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi patokan protokol kesehatan jika ke depan akan menyelenggarakan acara-acara besar serupa.

Hal tersebut yaitu, memastikan bahwa Satgas COVID-19 untuk masing-masing kegiatan diberikan wewenang yang cukup untuk bisa menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian, arahan Presiden juga agar dipastikan semua asrama dan tempat tinggal para atlet dijaga agar jaga jarak benar-benar diperhatikan baik pada saat tidur maupun saat makan.

Selanjutnya, perlu juga dilakukan tes PCR rutin secara acak bagi para atlet di masa pertandingan sehingga proses identifikasnya bisa dilakukan lebih cepat.

Serta ruang isolasi/karantina terpusat harus siap sehingga jika ada yang teridentifikasi positif COVID-19 bisa langsung diisolasi. (hfz/aba/mg7/mg10/ant)