Tjahjo Kumolo Beber Dugaan Kecurangan Seleksi CASN 2021 di Pemkab Buol, Ini Modusnya

Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:25:57 - Dibaca: 193 kali

Google Plus Stumbleupon


MenPAN-RB Tjahjo Kumolo. (int)
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo. (int) / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo memaparkan kronologi dugaan kecurangan yang terjadi pada proses penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 di Pemkab Buol, Sulawesi Tengah.

Dugaan kecurangan disebut terjadi pada proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). MenPAN-RB Tjahjo Kumolo menjelaskan, kecurangan berawal adanya oknum yang menginstal software remote access di perangkat komputer untuk peserta SKD.


“Software ini dipasang atau diinstal oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari, (menurut) hasil bukti rekaman CCTV dihapus, tetapi bisa di-recovery oleh Tim BKN dan BSSN,” kata Tjahjo dalam pesannya kepada wartawan, Selasa (26/10).

Pada pelaksanaan SKD di lokasi, pengawas menaruh curiga ketika komputer yang telah diinstal software tersebut mengalami blue screen. Namun, peserta yang menempati komputer tersebut tidak mau dipindahkan ke komputer lain.”Kemudian peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC tersebut.” “Posisi duduk di komputer ini sudah diatur sebelumnya oleh panitia lokal, terlihat dari hasil rekaman CCTV,” ucapnya.

 

Selain itu, lanjutnya, dilakukan audit trail yang ditemukan bukti peserta bersangkutan hanya menampilkan kurang lebih 30 soal dalam rata-rata tujuh detik.

Setelah bukti rekaman tersebut menampilkan soal dalam hitungan beberapa detik tersebut, peserta bersangkutan kemudian menjawab soal dalam hitungan delapan detik. “Ini sangat tidak mungkin terjadi karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik.” “Artinya, dengan waktu yang begitu pendek tidak mungkin orang bisa membaca soal dengan sangat cepat,” katanya.

Dengan bukti-bukti tersebut, terlihat peserta bersangkutan hanya menampilkan soal dan kemudian dijawab oleh pihak di luar lokasi penyelenggaraan SKD.

“Ada dugaan tidak dilakukan satu orang, tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian,” pungkas Tjahjo Kumolo. (ant/jpnn/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id