Tinggal di Rumah Mertua Tak Bekerja, Jadi Sasaran Omelan dan Amukan

Minggu, 14 November 2021 - 05:37:25 - Dibaca: 247 kali


(GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)
(GRAFIS: JUJUK SUWANDONO) / Jambi Ekspres Online

JAMBIEKSPRES.CO.ID-Jika tak mampu mencari nafkah, suami harus bisa gantikan posisi istri di rumah. Jika tak bisa keduanya, siap-siap saja ditendang dari rumah. Donwori, 22, benar-benar suami yang tak bisa diandalkan. Bekerja menjadi tulang punggung keluarga tak bisa. Disuruh nyuci baju dan nyapu di rumah pun tak mau. Sontak saja istrinya, Karin, 25, kesal bukan kepalang.

 Karin yang lebih dewasa dari Donwori pun geregetan. Dia tak menyangka, suami yang waktu pacaran janji bakal jadi suami bertanggung jawab itu, tak dipenuhi. Karena sudah terlanjur menikah, Karin pun harus mengalah memilih bekerja serabutan.

”Ya akhirnya aku pilih ngeramut anak-anak di rumah. Dia yang kerja, kadang nyuci di rumah tetangga. Mau gimana lagi, cari kerja susah,” kata Donwori dengan wajah melas.

Sikap Donwori itu pun membuat kedua orang tua Karin kecewa. Menantu yang harusnya bisa membahagiakan anak semata wayangnya itu justru menjadi beban keluarga.

Benar saja Donwori pun jadi perbincangan di keluarga besar Karin. Orang tua Karin yang tak tega melihat anak kesayangannya harus bekerja banting tulang lalu meminta Donwori pergi meninggalkan Karin.

Tiga bulan jadi sasaran amukan mertua, mental Donwori akhirnya down juga. Donwori pun tak bisa berbuat apa-apa. ”Bojo ngamuk, embahe anak-anak juga ngamuk. Yo wes mau gimana lagi, memang harus pergi dari rumah. Masih sayang sebenarnya,” curhat Donwori.

Sembari membawa setumpuk berkas, Donwori pun pergi ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. Apalagi kalau bukan mengajukan perceraian. Walau masih berat hati berpisah dengan istri, tapi amukan dan omelan mertua dinilai lebih ngeri dari omongan tetangga.

“Kalau tetangga gak tak reken mau ngerasanin apa. Tapi kalau mertua ke rumah marah-marah terus, aku yo suwi-suwi isin, Mas,” pungkasnya. (*/opi)

Sumber: www.radarsurabaya.jawapos.com