Rekayasa Jalan, Permudah Penggunaan Jembatan Duplikat Merangin dan Jalur Depan Kantor Bupati

Jumat, 14 Januari 2022 - 06:11:51 - Dibaca: 814 kali


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 

MERANGIN-Untuk mempermudah pemanfaatan jembatan duplikat Merangin Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Merangin akan membongkar salah satu median jalan jalur 3 menuju jembatan.
 
Asisten II Setda Merangin, Ibrahim, Kadis Perhubungan (Dishub), Safrani, Perwakilan Balai Jalan Nasional Jambi, Kasat Lantas Polres Merangin, dan perwakilan Dinas PUPR Merangin turun ke lokasi untuk mengecek langsung rencana tersebut.
 
Kepala Dishub Merangin, Safrani menyebutkan jika median jalan jalur tiga tersebut tidak dibuka satu sisi, maka jembatan yang baru dibangun tersebut tidak bisa digunakan.
 
"Karena spesifikasi jalan menuju jembatan tidak bisa dilalui, maka ada yang harus kita korbankan, yakni median yang dibangun dengan dana APBD," jelas Kadis.
 
"Kita akan data dulu, seperti taman oleh LH, lampu jalan oleh Perkim, setelah didata selanjutnya kita ajukan penghapusan asetnya," tambah Safrani yang akrab disapa Kanceng itu.
 
Dirinya berharap, agar duplikat Jembatan II Merangin yang sudah dibangun tidak menjadi sebuah monumen, namun bisa digunakan oleh masyarakat, maka pihaknya perlu melakukan rekayasa jalan tersebut.
 
"Panjang median jalan yang akan dibongkar sekitar 190 meter dan pengerjaan rekayasa jalan tersebut akan dilakukan secepatnya," jelas Safrani.
 
Selain itu Pemkab Merangin juga berencana merekayasa Simpang Delapan depan Kantor Bupati Merangin menjadi simpang Tiga, hal itu dilakukan karena meningkatnya angka kecelakaan di lokasi tersebut sehingga untuk menguranginya maka perlu dilakukan rekayasa jalan tersebut. 
 
Syafrani mengatakan, bahwa data dari Kepolisian, tingkat kecelakaan dari simpang kantor Bupati hingga depan Kantor Kejari dari Bulan ke Bulan terus alami peningkatan. 
 
"Iya, penyebabnya memang jalur kita yang sembraut, maka rencana kita bagaimana simpang Delapan itu kita rekayasa menjadi simpang Tiga,"ujarnya. 
 
Kedepan lanjutnya, untuk mengurangi tingkat kecelakaan, jika sudah menjadi simpang Tiga maka Lampu Lalu Lintas (Traffic Lights) juga akan ditiadakan. 
 
"Jika lampu lalu lintas sudah dihapus, oknum pengamen, pengemis dan pihak lainnya yang sering menggunakan kesempatan itu tidak ada lagi," harap Kadis. (wwn)