Ispa, Diare dan DBD di Mendahara Meningkat

Jumat, 14 Januari 2022 - 06:29:31 - Dibaca: 823 kali


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online
MUARASABAK - Sejak terjadinya banjir rob dan memasuki musim penghujan di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjabtim, kunjungan masyarakat untuk berobat ke Puskesmas setempat menjadi meningkat.
 
"Akibat banjir itu, membuat sampah-sampah terbawa arus, sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat setempat dan membuat kunjungan berobat ke Puskesmas menjadi meningkat," kata Plt Kepala Puskesmas Mendahara, Nasrul Diman.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tanjabtim itu menjelaskan, curah hujan yang tinggi dan adanya musibah banjir yang terjadi di Kecamatan Mendahara, secara tidak langsung berpengaruh pada perkembangan penyakit, seperti Diare, Ispa dan DBD.
 
"Saat ini jumlah kunjungan masyarakat untuk berobat ke Puskesmas sudah mulai meningkat. Per Harinya, rata-rata ada 20 hingga 30 orang yang datang untuk berobat ke Puskesmas Mendahara ini. Biasanya tidak sampai 10 orang," ugkapnya.
 
Masyarakat yang datang untuk berobat ini pun dengan berbagai keluhan, rata-rata seperti mengalami penyakit diare dan Ispa. Pasien diare ini biasanya berasal dari kalangan dewasa maupun anak-anak.
 
"Kalau Ispa ini biasanya menyerang masyarakat yang notabenenya memiliki pola hidup yang kurang sehat, seperti pencemaran udara dalam rumah, seperti asap rokok, asap dari dapur karena memasak dengan kayu bakar serta kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar didalam rumah," jelasnya.
 
Untuk penderita diare, Nasrul menyebutkan bahwa penderitanya bisa saja bertambah jika banjir masih kerap terjadi di Kecamatan Mendahara. Atas hal tersebut, pihak Puskesmas akan berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
 
"Beberapa langkah penting yang diambil oleh petugas medis setempat, yakni memastikan ketersediaan obat-obatan yang cukup di Puskesmas dan Pustu, kemudian men standby kan petugas medis yang ada di setiap pusat pelayanan kesehatan," tukasnya.(lan)